post image
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin
KOMENTAR

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, telah mengecam Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin karena membuat pernyataan yang dinilai telah mempertanyakan kebijakan luar negeri Indonesia.

Pada 7 Agustus, Dubes Vasyl mengomentari pernyataan Kemlu RI terkait pengecaman pemerintah Indonesia atas serangan Israel di Gaza.

"HOW ABOUT STRONG CONDEMNATION OF BRUTAL ATTACKS ON UKRAINE DURING THE LAST 5 MONTHS? AND DEATHS OF HUNDREDS IF NOT THOUSANDS OF CHILDREN, INCLUDING MUSLIM KIDS? (Bagaimana dengan kecaman keras atas serangan brutal di Ukraina selama 5 bulan terakhir? Dan ratusan, atau bahkan ribuan kematian anak-anak, termasuk anak-anak Muslim?)" cuit Dubes Vasyl.

Atas cuitan tersebut, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu, Ngurah Swajaya memanggil Dubes Vasyl untuk menyampaikan ketidaksenangan pemerintah atas unggahan tersebut.

"Setelah melakukan pemanggilan, kami masih memantau sikap dubes Ukraina dalam menggunakan media sosial dengan baik selaku perwakilan yang menjaga citra negara asalnya," kata jurubicara Kemlu, Teuku Faizasyah dalam press briefing pada Kamis (11/8).

Selain cuitan tersebut, Dubes Vasyl tercatat sudah beberapa kali membuat unggahan yang mengkritisi kebijakan luar negeri RI di akun Twitter-nya, @VHamianin.

Berikut ini beberapa cuitan yang dikumpulkan oleh Kantor Berita Politik RMOL.

5 Agustus 2022

"Really? Has russia ANYTHING at all to do with peace and prosperity? seriously??? Is it not russia that violated all imaginale principles and UN Charter? Is it not russia that has murdered, tortured and slaughtered tens of thousands of Ukrainians, including children and women?"

"Benarkah? Apa yang Rusia lakukan untuk perdamaian dan kesejahteraan? Serius? Bukankah Rusia yang melanggar semua prinsip dan Piagam PBB? Bukankah Rusia yang membunuh, menyiksa, dan membantai puluhan ribu orang Ukraina, termasuk anak-anak dan perempuan?"

"It was a surprise to read the statement by @Kemlu_RI on russia-ASEAN meeting. May I ask what Moscow regime has in common with "peace and prosperity"? It is not russia that violated all imaginable international rules, principles and UN Charter? russia is a TERRORIST STATE."

"Terkejut membaca pernyataan Kemlu RI atas pertemuan Rusia-ASEAN. Izinkan saya bertanya apakah rezim Moskow memiliki kepentingan yang sama terkait "perdamaian dan kesejahteraan?" Bukankah Rusia yang melanggar semua aturan internasional, prinsip, dan Piagam PBB? Rusia adalah negara teroris."

6 Agustus 2022

"I still remain disappointed. And I'm curious wheter Moscow fascist regime is still welcome in Indonesia? And I'm puzzled whether Indonesia still perceive russian colonial state as friend and partner? AS IF NOTHING HAPPENS THIS INSTANT IN UKRAINE?!"

"Saya masih kecewa. Dan saya penasaran apakah rezim fasis Moskow masih diterima di Indonesia? Dan saya bingung apakah Indonesia masih menganggap negara kolonial Rusia sebagai teman dan mitra? Seperti tidak ada yang terjadi di Ukraina?!"

Cuitan-cuitan ini merupakan balasan Dubes Vasyl atas unggahan Twitter Kemlu Ri terkait pertemuan ASEAN-Rusia Ministerial Meeting di Kamboja pada 4 Agustus lalu.

Namun dari penelusuran Kantor Berita Politik RMOL pada Jumat (12/8), unggahan-unggahan tersebut tidak temukan lagi di akun Twitter @VHamianin.
 


Inggris Kirim Drone Bantu Ukraina Bersihkan Ranjau Rusia

Sebelumnya

Medvedev: Walau Ukraina Urungkan Niat Masuk NATO, Putin Tak Akan Hentikan Perang

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Global Politics