Kongres ke-9 Partai Pekerja Korea yang diselenggarakan bulan tanggal 19 dan 20 Februari 2026 lalu merupakan salah satu tonggak penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan Korea.
Kongres yang diselenggarakan di Balai Budaya, Pyongyang, itu selain mengevaluasi pencapaian ekonomi, juga merevisi aturan partai, dan kembali menetapkan Kim Jong Un sebagai pemimpin tertinggi Partai. Kongres yang dihadiri sekitar 5.000 delegasi juga menekankan transisi ekonomi positif serta peningkatan pertahanan di tengah tekanan eksternal.
Demikian disampaikan Chargė D’affaires Ad Interim Kedutaan Besar Republik Rakyat Korea di Jakarta, So Kwang Yun, dalam sambutannya pada peringatan Kongres Ke-9 Partai Pekerja Korea yang diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta, Selasa malam, 31 Maret 2026.
“Kongres ke-9 Partai Buruh Korea merupakan momen penting yang merangkum pencapaian Partai dan rakyat kami melalui perjuangan berat selama lima tahun terakhir dan menandai awal perjalanan baru untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
“Melalui Kongres Partai, kami telah menegaskan kembali legitimasi ideologi dan tujuan kita serta menetapkan strategi dan taktik untuk membuka fase pembangunan baru dalam semua aspek urusan Partai dan negara, sehingga memungkinkan kami untuk mempercepat realisasi cita-cita kebangkitan dan kemakmuran dengan kepercayaan diri dan vitalitas yang lebih besar,” sambungnya.
Dia juga mengatakan bahwa bangsa Korea dengan teguh membela takdir dan martabat serta dengan giat mendorong era baru pembangunan komprehensif, bahkan di tengah kondisi yang tidak menguntungkan dan keadaan yang sulit. Ini sepenuhnya merupakan buah cemerlang yang dihasilkan kepemimpinan Kim Jong Un yang hebat.
Kim Jong Un, tambahnya, telah menyajikan garis dan kebijakan yang orisinal dan ilmiah untuk pembangunan negara kita dan kesejahteraan rakyat, dan melalui kepemimpinannya yang luar biasa yang memaksimalkan kekuatan rakyat yang tak terbatas.
“Beliau telah menciptakan inovasi dan transformasi yang menakjubkan dan sulit dipercaya bahkan bagi kami sendiri,” masih ujar So Kwang Yun.
Menurutnya, rakyat Korea telah menyadari, melalui pengalaman nyata, bahwa ideologi dan kepemimpinan Kim Jong Un selalu benar, dan bahwa dengan mengikuti Kim Jong Un, segala sesuatu yang diinginkan dapat dicapai sepenuhnya.
“Dengan keyakinan, kemauan bersama, dan aspirasi yang telah berakar dengan penuh hormat dan teguh di hati rakyat di seluruh negeri, Kongres Partai ke-9 tanpa henti dan dengan penuh pujian mengapresiasi Kamerad Kim Jong Un yang agung sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh Korea,” tegasnya.
Lantas, di bawah kepemimpinan Komite Sentral Partai Pekerja Korea yang dipimpin Kim Jong Un, perjalanan rakyat yang berlangsung secara ofensif dan berpegang teguh pada prinsip kemandirian dan penentuan nasib sendiri yang tak tergoyahkan, akan menggunakan Kongres Partai ke-9 sebagai titik awal yang dipercepat untuk secara luas mewujudkan titik balik baru yang membanggakan bagi kemakmuran nasional yang melampaui lima tahun terakhir.
“Kemajuan kita untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita indah rakyat berlangsung di tengah perjuangan sengit untuk mengalahkan provokasi dan tirani kekuatan hegemonik,” demikian So Kwang Yun.
Peringatan dihadiri sekitar 60 orang dari berbagai kalangan, seperti diplomat dari Kedutaan Besar Federasi Rusia dan Republik Demokratik Rakyat Laos, serta Kementerian Luar Indonesia.
Juga hadir Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah dan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-RRD Korea Teguh Santosa, serta masyarakat Korea Utara di Indonesia.
Sebelum santap malam, peserta kegiatan menyaksikan pictorial magazine Korea yang menurunkan laporan tentang jalannya Kongres Ke-9 Partai Pekerja Korea, termasuk kegiatan Kim Jong Un, bersama putrinya Kim Ju Ae, latihan menembak dengan menggunakan senjata laras panjang produksi Korea Utara.




KOMENTAR ANDA