post image
Infografi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Congressional Research Service (CRS) baru-baru ini merilis laporan yang merinci kerugian pesawat militer Amerika Serikat selama konflik yang dikenal sebagai "Operation Epic Fury" di Iran. Laporan independen yang disusun untuk Kongres ini bertujuan untuk memberikan gambaran objektif mengenai aset udara yang rusak atau hancur, baik akibat aksi musuh maupun insiden operasional lainnya.

Namun, dokumen ini diketahui tidak melibatkan data internal dari Departemen Pertahanan (DoD) dan hanya mengandalkan informasi yang tersedia secara publik.

Secara keseluruhan, CRS mencatat sebanyak 42 unit pesawat udara yang hilang atau mengalami kerusakan. Daftar tersebut mencakup 24 unit MQ-9 Reaper, 7 unit KC-135 Stratotanker, 4 unit F-15E Strike Eagle, 2 unit MC-130J Commando II, serta masing-masing satu unit E-3 Sentry, F-35A Lightning II, A-10 Thunderbolt II, HH-60W Jolly Green II, dan MQ-4C Triton. Angka-angka ini memang telah lama menjadi sorotan publik dan media.

Meskipun demikian, terdapat sejumlah kejanggalan dan data yang terlewat dalam laporan tersebut. Salah satu yang paling mencolok adalah klasifikasi terhadap pesawat E-3 Sentry. Laporan CRS hanya mencatat satu unit E-3 Sentry sebagai "rusak", padahal bukti lapangan menunjukkan bahwa setidaknya satu unit E-3 Sentry benar-benar hancur total akibat serangan rudal dan drone Iran terhadap pangkalan depan AS di Timur Tengah.

Selain itu, laporan ini mengabaikan penghancuran empat helikopter MH-6 Little Bird milik 160th Special Operations Aviation Regiment (SOAR). Keempat helikopter ini diketahui sengaja dimusnahkan dalam misi pencarian dan penyelamatan tempur (CSAR) yang sama, di mana dua pesawat MC-130J Commando II juga terpaksa dihancurkan setelah terjebak di sebuah landasan pacu terpencil.

Kondisi sisa-sisa helikopter MH-6 yang terbakar tersebut dilaporkan terlihat di lokasi yang sama dengan bangkai pesawat MC-130J jauh di dalam wilayah Iran. Fakta bahwa kehilangan aset-aset ini sempat diberitakan oleh media arus utama seperti ABC News menimbulkan pertanyaan besar mengenai mengapa informasi tersebut tidak dimasukkan ke dalam daftar resmi CRS.

Ketidaklengkapan data ini memicu perdebatan apakah daftar tersebut memiliki kekurangan karena kekhilafan teknis atau adanya upaya penyembunyian informasi secara sengaja. Sebagai laporan yang ditujukan bagi para pembuat kebijakan untuk kepentingan evaluasi objektif, absennya data yang sudah menjadi konsumsi publik seperti MH-6 tentu menjadi catatan kritis tersendiri bagi kredibilitas laporan tersebut.

Terkait unit HH-60W Jolly Green II, laporan CRS juga hanya mencatat satu unit yang rusak. Jumlah ini dianggap lebih rendah daripada laporan-laporan sebelumnya yang menyebutkan dua unit helikopter rusak selama misi CSAR. Ada spekulasi bahwa kedua unit yang dimaksud adalah HH-60W, namun minimnya bukti fisik membuat verifikasi akurat menjadi sangat sulit dilakukan.

Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, sebelumnya menyatakan bahwa helikopter utama dalam misi tersebut sempat menjadi target tembakan senjata ringan. Namun, helikopter kedua dalam formasi yang sama juga dilaporkan menerima tembakan yang cukup intens, yang mengakibatkan seorang kru mengalami cedera ringan. Kemungkinan besar kedua helikopter tersebut mengalami kerusakan fisik, meski tingkat kerusakannya berbeda.

Mengingat belum adanya pernyataan resmi yang komprehensif dari Departemen Pertahanan, gambaran utuh mengenai kerugian total dalam Operation Epic Fury diperkirakan masih jauh dari akurat. Upaya untuk melacak pesawat yang hilang mungkin baru bisa dilakukan di masa depan melalui analisis nomor seri pesawat saat aset-aset tersebut nantinya kembali ke Amerika Serikat atau ke pangkalan luar negeri.

Terakhir, harus diakui bahwa ada kemungkinan besar kerugian atau kerusakan pada aset-aset rahasia tidak akan pernah terungkap ke publik. Sebagai contoh, platform seperti RQ-180 yang diketahui beroperasi selama perang, beserta berbagai aset siluman lainnya, kemungkinan besar tidak akan pernah masuk dalam catatan resmi, meninggalkan banyak tanya mengenai skala sebenarnya dari kerugian operasional AS di Iran.


Italia Kerahkan F-35B Latihan Pendaratan di Jalan Raya

Sebelumnya

Enam Jet Tempur Rafale Resmi Gabung Skadron Udara 12 Pekanbaru

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Militer