post image
Sumitro Joyohadikusumo
KOMENTAR

Wejangan untuk Negeri

Sangkan paraning dumadi mengajarkan bahwa kita harus tahu dari mana kita berasal untuk tahu ke mana harus pergi. Indonesia berasal dari bangsa yang dijajah — secara militer, ekonomi, dan epistemologis. Menyadari asal itu bukan untuk meratap, melainkan untuk memutus rantai ketergantungan secara sadar dan terencana.

Soemitronomics memberi kerangka struktural: industrialisasi, kedaulatan keuangan, kontrol modal, pembangunan sektor riil. Falsafah Centhini memberi kerangka nilai: ngudi kasampurnan, astabrata, dan epistemologi yang melampaui angka-angka. Ekonomi berkeadilan sosial memberi kerangka moral: bahwa kemakmuran adalah amanah sosial, bukan hak privat yang tak terbatas.

Perang di Timur Tengah tidak akan berhenti menunggu Indonesia siap. Yang bisa kita lakukan adalah memastikan bahwa ketika badai global kembali datang, kita berdiri di atas fondasi yang kita bangun sendiri — bukan menunggu penyelamatan dari donor internasional yang selama ini adalah bagian dari masalah itu sendiri.


Gerindra: Kunjungan Prabowo ke Eropa Diplomasi Ofensif demi Geopolitik

Sebelumnya

Mengembalikan Hakikat Kurban: Antara Takwa Pribadi dan Maslahat Publik

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional