post image
Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa, melihat lebih dekat Bunga Kimilsungia di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Kamis, 9 April 2026./Zona Terbang
KOMENTAR

Ketika Sukarno menghadiahkan anggrek itu, ia mungkin tidak sedang menyusun strategi besar yang kompleks. Namun justru di situlah letak kekuatannya. Gestur sederhana tersebut berkembang menjadi simbol global yang bertahan lintas generasi.

Dalam dunia yang sering didominasi oleh kekuatan keras dan konflik terbuka, kisah ini menjadi pengingat bahwa diplomasi juga dapat tumbuh dari sesuatu yang halus bahkan dari sehelai bunga. 

Pada akhirnya, peringatan atas lahirnya Kimilsungia bukan hanya refleksi masa lalu, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen masa depan. Hubungan yang telah berakar panjang ini perlu terus dipupuk melalui dialog, kepercayaan, dan kolaborasi nyata agar mampu memberikan kontribusi positif bagi tatanan dunia yang lebih harmonis dan berkeadilan. 

Sebagaimana pohon-pohon besar di Kebun Raya Bogor yang terus tumbuh dan menaungi, demikian pula persahabatan Indonesia-Korea Utara diharapkan tetap kokoh dan berkembang lintas generasi, ujar Teguh Santosa.


Pesawat Nirawak MQ-4C Triton Hilang di Teluk Persia

Sebelumnya

Partai Masyumi Satukan Spirit dengan Perjuangan Palestina

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia