post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Maskapai penerbangan asal Australia, Qantas, secara resmi mengumumkan lini masa peluncuran rute penerbangan langsung bersejarah dari Sydney menuju London. Penerbangan tanpa henti ini dijadwalkan mulai mengudara pada Oktober 2027, menandai awal dari musim dingin IATA 2027-2028.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Qantas Group, Vanessa Hudson, saat menghadiri acara pameran jet pertama Airbus A350-1000ULR dengan desain logo (livery) khas Qantas di fasilitas Airbus, Toulouse, Prancis. Proyek ambisius ini merupakan bagian dari inisiatif global yang dikenal sebagai Project Sunrise.

Selain rute ke London, Qantas juga memberikan pembaruan mengenai rute nonstop Sydney ke New York (JFK) yang akan menyusul pada akhir tahun 2027. Bagi para pelancong yang ingin menjadi bagian dari sejarah, penjualan tiket untuk penerbangan perdana ini akan resmi dibuka pada Februari 2027.

Langkah ini sekaligus memotong waktu tempuh perjalanan hingga empat jam dibandingkan dengan layanan Qantas saat ini yang harus transit di Singapura. Penerbangan sepanjang 10.573 mil (17.015 km) ini diperkirakan memakan waktu hingga 22 jam, melampaui rekor penerbangan terlama milik Singapore Airlines rute Singapura-Newark.

Ambisi menghubungkan Australia langsung ke Eropa tanpa transit telah direncanakan sejak tahun 2017. Keberhasilan ini akan menghapus semua titik transit tradisional dari rute legendaris yang sudah dioperasikan Qantas sejak era pasca-Perang Dunia II.

Hubungan udara antara Sydney dan London pertama kali dirintis Qantas pada tahun 1947 dengan julukan 'The Kangaroo Route'. Pada masa itu, perjalanan membutuhkan waktu total empat hari dengan tujuh kali transit di berbagai kota seperti Darwin, Singapura, Kalkuta, Karachi, Kairo, Castel Benito, dan Roma sebelum akhirnya mendarat di London.

"Sejak kami pertama kali menerbangkan Kangaroo Route pada tahun 1947 dengan tujuh kali transit, setiap generasi pesawat selalu berhasil menghapus satu titik pemberhentian. Hari ini, kami menghapus pemberhentian terakhir," ujar CEO Qantas, Vanessa Hudson.

Teknologi Airbus A350-1000ULR

Guna mewujudkan penerbangan ekstrem ini, Qantas bekerja sama dengan produsen pesawat Eropa, Airbus, untuk merancang armada khusus bernama Airbus A350-1000ULR (Ultra Long Range). Pesawat ini dimodifikasi dengan penambahan tangki bahan bakar pusat bagian belakang berkapasitas 20.000 liter yang menambah jangkauan terbang hingga 1.000 mil laut (1.852 km).

Qantas telah memesan total 12 jet jenis A350-1000ULR ini bersama dengan 12 jet varian Long Range (LR) lainnya. Pesawat pertama telah menyelesaikan penerbangan perdana awal bulan ini dan akan terus menjalani uji sertifikasi di Prancis sebelum dikirim ke Australia pada April 2027.

Untuk mengoperasikan layanan harian, Qantas membutuhkan setidaknya tiga unit pesawat untuk masing-masing rute. Dengan total belasan pesawat yang akan dikirim dalam tiga tahun ke depan, Qantas juga melirik potensi rute jarak jauh baru lainnya seperti Melbourne-London dan Melbourne-New York.

Demi kenyamanan penumpang selama berada di udara selama hampir 22 jam, armada A350-1000ULR ini akan dirancang dengan kapasitas yang sangat longgar, yakni hanya 238 kursi. Jumlah ini jauh di bawah kapasitas standar Airbus A350-1000 maskapai lain yang biasanya menampung lebih dari 330 penumpang, dengan sekitar 40% kursi didedikasikan untuk kabin kelas premium.


Gegara Dua Awak Kabin Langgar Aturan Alkohol, Gaji CEO Japan Airlines Dipotong 30 Persen

Sebelumnya

Dua Airbus A320 Milik easyJet Lepas Landas dari Titik Runway yang Salah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews