post image
Airbus A220
KOMENTAR

Airbus Asia Training Centre (AATC), sebuah perusahaan patungan antara Airbus dan Singapore Airlines, akan menghadirkan Full-Flight Simulator (FFS) A220 untuk kawasan Asia-Pasifik di fasilitas pelatihannya di Singapura.

Simulator A220 tersebut dijadwalkan beroperasi pada kuartal keempat tahun 2027 dan akan mendukung meningkatnya kebutuhan pelatihan pilot serta pemeliharaan pesawat lorong tunggal (single aisle) generasi terbaru di kawasan ini.

Penyelenggaraan Layanan Pelatihan A220 ini terlaksana melalui kemitraan dengan Flight Training Alliance (FTA), Airbus Authorised Training Provider untuk A220 yang merupakan perusahaan patungan antara CAE dan Lufthansa Aviation Training (LAT). Sesuai kesepakatan tersebut, FTA akan menempatkan Full Flight Simulator (FFS), sementara Airbus Asia Training Centre (AATC) akan mengelola operasional dan pelaksanaan pelatihan. 

Pengumuman ini disampaikan pada ajang Asia Pacific Aviation Training Summit (APATS) 2026 di Bangkok, Thailand.

"Pengembangan kapasitas pelatihan A220 di kawasan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan Airbus di Asia-Pasifik," ujar Silvia Meloni, General Manager Airbus Asia Training Centre.

"Simulator A220 baru ini akan mempermudah operator maskapai di kawasan Asia-Pasifik dalam mengakses pelatihan berstandar dunia, sehingga para pilot dapat menjalani pelatihan lebih dekat dengan basis operasional mereka serta mendukung proses pengoperasian A220 secara aman dan efisien. Kami juga memperkirakan peningkatan kebutuhan pelatihan A220 seiring dengan semakin berkembangnya program pesawat ini di kawasan," tambah Silvia.

Seiring dengan terus meluasnya penggunaan armada A220 di kawasan Asia-Pasifik, kehadiran simulator pelatihan baru di Singapura ini menjadi tonggak penting dalam strategi Airbus untuk menghadirkan dukungan berkualitas tinggi tanpa hambatan di dekat wilayah operasional pelanggan. Hal ini memastikan armada A220 mencapai standar tertinggi dalam aspek keselamatan, efisiensi, dan keandalan.

Berdasarkan laporan Global Market Forecast terbaru dari Airbus, arus urbanisasi selama 20 tahun ke depan akan bergeser ke kota-kota yang lebih kecil, sehingga mendorong maskapai memperluas konektivitas ke luar kota-kota besar utama. Dengan jarak jelajah jauh hingga 3.600 mil laut (6.700 km), biaya operasional per kursi 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan pesawat generasi sebelumnya, serta kapasitas ideal antara 100 hingga 160 kursi, A220 memungkinkan maskapai membuka rute-rute baru yang lebih layak secara komersial di berbagai negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat di kawasan Asia-Pasifik.

Hingga akhir Juli 2026, Airbus telah mengirimkan 532 unit pesawat A220 ke lebih dari 25 operator di seluruh dunia, dengan total pesanan untuk program ini melampaui 1.100 unit pesawat.

AATC bersama FTA akan menyediakan rangkaian lengkap pelatihan type rating dan recurrent training bagi awak pesawat A220, didukung oleh tim instruktur penerbangan dan teknisi operasional A220 yang tersertifikasi.

Berlokasi di Seletar Aerospace Park, AATC merupakan salah satu pusat pelatihan awak penerbang terbesar dalam jaringan global Airbus. Pusat pelatihan ini menyediakan pelatihan type rating dan recurrent training untuk seluruh jenis pesawat Airbus yang masih diproduksi, dengan total 10 ruang simulator (FFS bay).

Saat ini, empat ruang simulator dialokasikan untuk armada A350, dua untuk A320, serta masing-masing satu untuk A330 dan A380. Satu ruang simulator lainnya digunakan untuk FFS ATR 72-600, yang diproduksi di bawah perusahaan patungan antara Airbus dan Leonardo dari Italia. Pusat pelatihan ini juga dilengkapi dengan enam fixed cockpit training devices dan fasilitas ruang kelas yang luas, dengan daya tampung hingga 10.000 peserta pelatihan per tahun.


Singapore Airlines Digugat Linda Kitchen yang Patah Tulang Belakang dan Kehilangan Suami karena Turbulensi 2024

Sebelumnya

Pesan Bernada Anti-Israel Ditemukan di Dalam Koper Penumpang Rute AS–Tel Aviv, Isu Keamanan Bandara Disorot

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews