post image
Adhie M. Massardi
KOMENTAR

Bukan untuk merebut kembali kedaulatan atas tafsir, melainkan untuk memasuki percakapan yang terus berlangsung setelah sebuah karya dilepaskan ke ruang publik. Buku pun tidak lagi harus menjadi titik akhir hubungan penulis dan pembaca, tetapi dapat menjadi pintu masuk menuju dialog intelektual yang hidup.

Jika Barthes memaklumkan “kematian pengarang” untuk memberi tempat bagi kelahiran pembaca, era digital memungkinkan keduanya tetap hidup—dan bertemu kembali dalam percakapan yang sama.


INDEF: Bencana Tidak Dapat Dikendalikan, Dampaknya Dapat Diminimalkan

Sebelumnya

Membaca Purbaya, Danantara, Ruang Fiskal dan Momentum Pembenahan Menyeluruh Pemerintahan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional