Sebab, kedaulatan tidak cukup hanya diucapkan dalam pidato. Ia harus mewujud dalam kebijakan, penguasaan sumber daya, kemampuan mengolah kekayaan sendiri, dan keberanian menata perdagangan yang adil.
Indonesia punya sumber daya sekaligus pasar yang sangat menggiurkan. Indonesia juga punya posisi strategis. Pertanyaannya: mengapa dalam perdagangan energi, kita belum sepenuhnya menjadi tuan di negeri sendiri?
Apakah keadaan ini memang sengaja dibiarkan? Siapa yang bermain? Siapa saja yang menangguk laba? Mengapa rakyat dan negara harus menanggung ongkosnya? Sampai kapan ini akan berlangsung?



KOMENTAR ANDA