Akibatnya, AS kini terperangkap dalam perang multi-front yang menguras sumber daya, sementara hubungan dengan sekutu tradisional (Eropa) merenggang, dan musuh bebuyutan (China, Rusia) justru semakin erat bekerja sama dengan aktor-aktor di kawasan yang terdampak.
Ini adalah mahal yang harus dibayar ketika seorang pemimpin lebih mengandalkan kalkulus untung-rugi jangka pendek daripada visi strategis yang berkelanjutan. Pelajaran mahal terutama dalam sudut pandang Strategi Pertahanan Negara dan Strategi Kemanan Nasional.


KOMENTAR ANDA