Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
SAYA terkesan pemikiran kontroversial Hans Eysenck bahwa proses mekanisme reproduksi yang dilakukan lelaki dan perempuan pada hakikatnya merupakan perilaku aneh.
Secara andaikatamologis, Eysenck berkeyakinan bahwa tanpa desakan nafsu seksual, pasti manusia akan enggan melakukan kegiatan mekanisme reproduksi akibat secara ragawi memakan banyak energi sehingga sebenarnya sangat merepotkan bahkan melelahkan.
Hans Eysenck (1916-1997) adalah seorang psikolog Jerman-Inggris yang dikenal karena teori kepribadian dan kecerdasan.
Berikut adalah biodata singkat Hans Eysenck:
Lahir: 4 Maret 1916, Berlin, Jerman
Meninggal: 4 September 1997, London, Inggris
Pendidikan: Sarjana di Universitas Berlin, Doktor di Universitas London
Karier: Profesor Psikologi di Universitas London, Direktur Unit Psikologi di Maudsley Hospital, London
Eysenck mengembangkan teori kepribadian yang dikenal dengan sebutan sebagai "Teori Kepribadian Eysenck". Teori ini menyatakan bahwa kepribadian dapat dijelaskan oleh tiga dimensi utama:
- Ekstraversi-Introversi: Dimensi ini menjelaskan seberapa banyak seseorang cenderung untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan seberapa banyak mereka menikmati kegiatan sosial.
- Neurotisme-Stabilitas: Dimensi ini menjelaskan seberapa banyak seseorang cenderung untuk mengalami emosi negatif seperti kecemasan, depresi, dan iritabilitas.
- Psikotisme-Kontrol: Dimensi ini menjelaskan bagaimana seseorang cenderung memiliki perilaku impulsif, agresif, dan tidak terkontrol.
Eysenck juga mengembangkan konsep "Big Five" yang kemudian dikembangkan oleh peneliti lain menjadi teori kepribadian yang lebih luas. Eysenck juga mengembangkan teori kecerdasan yang menyatakan bahwa kecerdasan dapat dijelaskan oleh tiga komponen utama:
- Kecerdasan Umum: Kemampuan kognitif umum yang dapat digunakan dalam berbagai situasi.
- Kemampuan Verbal: Kemampuan untuk memahami dan menggunakan bahasa.
- Kemampuan Numerik: Kemampuan untuk memahami dan menggunakan konsep matematika.
Tentu saja Eysenck pada masanya belum mengenal mesin kecerdasan buatan manusia yang lebih mendunia dengan istilah Artificial Intelligence.
Di ranah teori kepribadian, Hans Eysenck memiliki hubungan yang kompleks dengan Carl Jung dan Alfred Adler. Berikut adalah beberapa garis besar utama:
Eysenck dan Jung: Eysenck sangat dipengaruhi oleh teori Jung tentang kepribadian, terutama konsep "introversi" dan "ekstraversi". Namun, Eysenck juga mengkritik beberapa aspek teori Jung, seperti konsep "tak sadar kolektif".
Eysenck dan Adler: Eysenck juga dipengaruhi oleh teori Adler tentang kepribadian, terutama konsep "inferioritas" dan "kompensasi". Namun, Eysenck mengkritik Adler karena terlalu fokus pada faktor sosial dan lingkungan dalam membentuk kepribadian.
Eysenck sendiri mengembangkan teori kepribadian yang berbeda dengan Jung dan Adler, dengan fokus pada matra biologis dan genetic maupun self-critic.
Pada hakikatnya Hans Eysenck memiliki kawasan habitat tersendiri dalam sejarah semesta psikologi yang berdaulat mandiri akibat keunikan maupun permainan logika yang cenderung bersuasana Homo Ludens beserta segenap unsur gelitik kejenakaannya.




KOMENTAR ANDA