post image
Foto: The Aviationist
KOMENTAR

Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) baru saja mencatatkan tonggak sejarah penting dengan kedatangan pesawat E-7 Wedgetail AEW1 pertama di Pangkalan Udara RAF Lossiemouth, Skotlandia. Kedatangan armada perdana ini disambut meriah oleh personel gabungan Boeing UK dan RAF, lengkap dengan iringan musik dari RAF Lossiemouth Pipe Band sebagai bentuk perayaan atas tibanya teknologi pengawasan udara masa depan tersebut.

Pesawat dengan nomor seri WT001 ini akan segera menjalani serangkaian uji coba ketat di bawah pengawasan MOD Boscombe Down dan RAF Lossiemouth. Proses evaluasi ini sangat krusial untuk memastikan bahwa pesawat tersebut benar-benar aman dan siap untuk dioperasikan oleh Skuadron No 8, yang nantinya akan menjadi unit utama bertanggung jawab atas pengoperasian armada ini dalam tugas-tugas operasional.

Group Captain Sarah Brewin, Komandan Pangkalan RAF Lossiemouth, menyambut hangat kedatangan pesawat tersebut sebagai langkah maju dalam memperkuat pertahanan udara Inggris. Wedgetail AEW1 dirancang untuk memberikan pengawasan jarak jauh yang jauh lebih canggih dibandingkan pendahulunya, E-3 Sentry, dan akan menjadi pengganda kekuatan (force multiplier) yang vital saat beroperasi bersama armada pesawat patroli maritim Poseidon.

Meskipun kehadirannya sangat dinantikan, program pengadaan E-7 Wedgetail ini telah melewati perjalanan panjang dan penuh tantangan sejak diumumkan pertama kali pada tahun 2019. Berbagai kendala teknis, termasuk perlunya sertifikasi ulang untuk komponen-komponen usang karena usia teknologi platform yang dikembangkan sejak tahun 1990-an, serta kesulitan internal di pihak Boeing, telah menyebabkan keterlambatan operasional selama tiga tahun dari jadwal semula.

Perubahan strategi juga mewarnai perjalanan proyek ini, termasuk keputusan dalam Tinjauan Pertahanan tahun 2021 untuk memangkas jumlah pesanan dari lima menjadi tiga unit pesawat guna menekan biaya. Keputusan ini diambil menyusul pensiun dini pesawat E-3 Sentry yang telah dioperasikan sejak 1991, yang mengakibatkan Inggris sempat mengalami celah kemampuan pengawasan udara yang memaksa mereka bergantung pada dukungan sekutu.

Kini, perhatian tertuju pada penyelesaian dua unit pesawat lainnya, di mana WT002 saat ini sedang dalam tahap perakitan di Birmingham, sementara WT003 masih dalam proses menunggu giliran pengerjaan. Integrasi E-7 Wedgetail ke dalam armada RAF diharapkan dapat memulihkan kedaulatan pertahanan udara Inggris sekaligus memberikan kapabilitas deteksi dini yang jauh lebih modern dan andal.

Di sisi lain, dinamika pengadaan ini juga mencerminkan tantangan koordinasi yang lebih luas dalam aliansi NATO. Meskipun sempat terjadi ketidakpastian mengenai masa depan armada pengawasan udara di tingkat internasional, kehadiran WT001 di RAF Lossiemouth menjadi harapan baru bahwa tahun 2026 akan menjadi titik balik bagi RAF untuk akhirnya mengoperasikan sistem deteksi udara yang telah lama mereka butuhkan.


Airbus dan Air France Diputuskan Bersalah dalam Kecelakaan A330-200

Sebelumnya

Mengapa Sulit Memberikan Nilai yang Tepat untuk Boeing 747-100

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews