post image
Sekretaris Pertama Partai Komunis Kuba Raul Castro
KOMENTAR

Pemerintah Kuba mengeluarkan pernyataan keras menanggapi langkah terbaru Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Grupo de Administración de Empresas S.A (GAE). Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (MINREX), Kuba menuding Washington tengah menjalankan strategi “fitnah yang disponsori negara” guna mendiskreditkan revolusi dan kepemimpinan historis negara kepulauan tersebut di mata internasional.

GAE, atau biasa juga disebut GAESA, adalah sebuah bisnis megakonglomerat Kuba yang dimiliki dan dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba. Sebagai salah satu institusi paling kuat di Kuba, GAE diperkirakan mengendalikan antara 40 persen hingga 70 persen  perekonomian Kuba, dengan pendapatan mencapai tiga kali lipat dari anggaran belanja negara.

Sejumlah laporan menyebutkan GAE terdiri dari puluhan bisnis yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari perhotelan dan pariwisata hingga konstruksi, logistik pelabuhan, perikanan, impor komersial, layanan keuangan, dan toko ritel. GAE didirikan Sekretaris Pertama Partai Komunis Kuba, Raul Castro, untuk memberikan fondasi keuangan bagi militer Kuba.

“GAE bukanlah sebuah struktur yang buram (tidak transparan), juga tidak berjalan paralel dengan negara Kuba; sebaliknya, GAE telah menjadi respons yang terkoordinasi dengan baik dan terbukti efektif terhadap blokade ekonomi yang secara historis berupaya mencekik Revolusi Kuba,” tulis Kementerian Luar Negeri Kuba dalam keterangan yang diterima redaksi Zona Terbang.

“Pemerintah Amerika Serikat sekali lagi telah bertindak dengan niat yang direncanakan demi ambisinya untuk menciptakan dalih guna mendiskreditkan Revolusi Kuba, kepemimpinan historisnya, serta para pemimpinnya, yang dengan demikian membingungkan rakyat kami sekaligus opini publik internasional,” sambung Kemlu Kuba.

Strategi ini disebut sebagai bagian dari peta jalan yang dirancang oleh kelompok ultra sayap kanan Kuba-Amerika di Washington. Tujuannya adalah meningkatkan kebijakan tekanan maksimum melalui instrumen politik yang diklaim bersifat destruktif dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Pemerintah AS pada 1 Mei 2026 lalu menerbitkan Perintah Eksekutif 14404 yang menyasar GAE melalui sanksi sekunder (second sanction) kepada aktor asing mana pun yang melakukan transaksi dengan grup tersebut. Tekanan ini secara khusus diarahkan pada lembaga keuangan internasional untuk memutus akses GAE terhadap sistem moneter global, yang dianggap Kuba sebagai upaya isolasi ekonomi total.

Havana menyebut langkah ini sebagai eskalasi yang paling intens, tidak proporsional, dan berbahaya dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara. Amerika Serikat dituduh memiliki tujuan sengaja untuk mengisolasi Kuba secara diplomatik, komersial, finansial, hingga sektor energi. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya untuk merusak keberlanjutan nasional serta memaksakan kondisi tertentu dalam dialog antarnegara.

Menanggapi tudingan transparansi, pemerintah Kuba menegaskan bahwa GAE bukanlah struktur yang buram atau lembaga paralel di luar kendali negara. Sebaliknya, GAE disebut sebagai respons terkoordinasi dan efektif untuk menghadapi blokade ekonomi yang telah lama mencekik Kuba. Lembaga ini dibentuk pada masa "Periode Khusus" dengan visi unik untuk menyatukan perusahaan-perusahaan yang mampu menghasilkan devisa bagi pembangunan sosial.

Dalam laporannya, MINREX memaparkan berbagai kontribusi nyata GAE terhadap masyarakat Kuba, termasuk pembangunan lebih dari 10.000 rumah di berbagai provinsi. Selain itu, grup ini berperan vital dalam mendanai program liburan anak-anak serta menjadi pilar utama yang menjaga stabilitas ekonomi Kuba selama masa sulit pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

Sektor infrastruktur strategis juga disebut merasakan manfaat dari aktivitas bisnis GAE. Dana yang dihasilkan telah dialokasikan untuk investasi pada pembangkit listrik termoelektrik Felton di Holguín serta proyek hidrolik besar seperti transfer air Timur-Barat. Perbaikan fasilitas publik seperti poliklinik, kantor dokter keluarga, dan sekolah-sekolah juga diklaim sebagai buah dari operasional grup bisnis tersebut.

Presiden Miguel Díaz-Canel Bermúdez menekankan bahwa proses perbaikan bisnis yang dikembangkan dalam lingkungan Angkatan Bersenjata Revolusioner adalah pencapaian bersejarah. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas GAE tunduk pada pengawasan dan audit ketat oleh otoritas kompeten, menepis tuduhan Washington bahwa organisasi tersebut merupakan alat pengayaan bagi elit tertentu di pemerintahan.

Havana juga memberikan penghormatan kepada ribuan pekerja yang selama 30 tahun terakhir dianggap sebagai penjaga sumber daya negara. Pemerintah menyatakan bahwa meskipun kerja keras mereka seringkali tidak dipublikasikan secara luas, hasil nyata di lapangan menjadi bukti yang membantah narasi disinformasi yang disusun di Washington untuk merusak reputasi lembaga negara tersebut.

Pernyataan ini ditutup dengan penegasan bahwa GAE akan tetap menjadi peserta aktif dalam transformasi sistem bisnis nasional sesuai dengan Program Ekonomi dan Sosial Pemerintah. Mengutip Jenderal Tentara Raul Castro Ruz, Kuba menyatakan bahwa sejarah GAE dibangun “tanpa ambisi panggung, sebagaimana urusan serius seharusnya dilakukan,” demi melawan agresi konstan dari pemerintah Amerika Serikat.


Donald Trump Hentikan Saling Serang Israel-Hizbullah

Sebelumnya

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia