post image
Foto: RMOLAceh
KOMENTAR

Upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin, 17 Agustus 2026, dilaporkan berlangsung khidmat dan aman.

Prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih yang melibatkan 28 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Aceh berjalan lancar hingga bendera berhasil dikibarkan dengan sempurna. 

Seperti dikutip dari RMOLAceh, rangkaian upacara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Quran. Selanjutnya, pembacaan Shalawat Badar mengawali prosesi sebelum memasuki tahapan pengibaran bendera Merah Putih.

Prosesi pengibaran dimulai sekitar pukul 08.04 WIB. Sebanyak 28 anggota Paskibraka Aceh bertugas dalam upacara tersebut. Kashfa Zayan Latjuba dipercaya sebagai pembawa baki, sementara tugas pengibar bendera dijalankan oleh Afzah Kusuma, Rizky Maulana, dan Fathurrahman. 

Bendera Merah Putih mulai dinaikkan ke tiang dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya karya Wage Rudolf Soepratman. Prosesi tersebut berlangsung selama sekitar 10 menit hingga pukul 08.14 WIB.

Pantauan di lokasi menunjukkan bendera Merah Putih berhasil dikibarkan dengan sempurna hingga mencapai puncak tiang. Keberhasilan itu disambut dengan sikap hormat seluruh peserta upacara yang kemudian melaksanakan hening cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Dalam upacara tersebut, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bertindak sebagai Inspektur Upacara menggantikan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, yang berhalangan hadir. Fadhlullah juga memimpin pembacaan teks Pancasila yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Azhari. Dalam doanya, Azhari memohon agar Indonesia dijauhkan dari konflik, diberikan keberkahan, dimudahkan dalam pembangunan, serta diberikan rahmat bagi masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.

“Ya Allah jauhkan negeri kami dari benih konflik, curahkan lah negeri kami keberkahan dan jadikan Indonesia bangsa berdaulat, berilah kemudahan pembangunan, memajukan ekonomi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Turunkan rahmatmu untuk wilayah yang dilanda bencana, kuatkan mereka limpahkan rezeki agar mereka kembali sejahtera,” ucap Azhari dalam doanya.


Penanganan Karhutla Diintensifkan, Siaga Darurat Sampai 31 Oktober 2026

Sebelumnya

Merauke: Beragam Cerita, Satu Kota

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional