post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Pelajaran paling esensial dari Hiro adalah bahwa dominasi tunggal telah berakhir, namun tatanan penggantinya belum sepenuhnya terkonsolidasi secara permanen, menyisakan masa transisi yang sarat turbulensi sekaligus menjanjikan begitu banyak peluang.

Dr. Teguh Santosa juga telah menulis sejumlah buku, yakni “Di Tepi Amudarya” (2018), “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” (2020), “Buldozer dari Palestina” (2023),  “Di Tepi Sungai Efrat” (2025), dan “Reunifikasi Korea: Game Theory” (2025). 


China Tolak Tuduhan tentang Bendungan Jebol Penyebab Banjir Bandang Nepal

Sebelumnya

Tsunami dari Langit dan Mitologi Tertua di Kaki Himalaya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia