post image
Konsul Jenderal Singapura untuk Hong Kong, Eric Teo
KOMENTAR

Hubungan antara Hong Kong dan Singapura sering kali digambarkan sebagai rivalitas sengit dalam memperebutkan status sebagai pusat keuangan terdepan di kawasan Asia. Namun, Konsul Jenderal Singapura untuk Hong Kong, Eric Teo, membantah narasi persaingan berbasis zero-sum (kalah-menang) tersebut.

Dalam wawancara eksklusif bersama South China Morning Post, Eric Teo menegaskan bahwa Singapura dan Hong Kong sama sekali tidak memandang satu sama lain sebagai musuh. Sebaliknya, kedua yurisdiksi justru saling mengagumi pencapaian dan keunggulan masing-masing dalam lanskap ekonomi global.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Teo bertepatan dengan momentum peringatan satu tahun masa jabatannya sebagai perwakilan diplomatik utama Singapura di Hong Kong. Ia menyerukan agar kedua pihak lebih fokus pada upaya kolaborasi yang saling menguntungkan (win-win collaboration).

Menurut Teo, alih-alih saling berebut porsi pasar yang sama, Hong Kong dan Singapura dapat bekerja sama untuk "memperbesar kue" (expand the pie). Strategi ini diyakini mampu memperluas peluang pertumbuhan ekonomi serta menarik arus modal global baru ke kawasan Asia secara keseluruhan.

Salah satu sektor strategis yang disorot adalah industri pengelolaan kekayaan (wealth management). Teo melihat adanya ruang sinergi yang luas di bidang ini, meskipun kedua kota sama-sama menawarkan insentif dan paket pajak yang kompetitif untuk memikat para investor serta konglomerat dunia.

Kompetisi ekonomi yang terjadi saat ini dinilai wajar dan sehat karena dapat mendorong inovasi serta perbaikan regulasi di kedua yurisdiksi. Teo menilai masing-masing kawasan memiliki posisi tawar yang unik dan saling melengkapi, alih-alih saling menjatuhkan.

Hong Kong memiliki keunggulan geografis dan struktural sebagai pintu gerbang utama menuju pasar Tiongkok Daratan serta kawasan Greater Bay Area. Sementara itu, Singapura berperan sebagai simpul finansial penting yang menghubungkan aliran modal global dengan pasar Asia Tenggara (ASEAN).

Selain sektor keuangan konvensional, pelaku bisnis Singapura juga menunjukkan minat besar terhadap proyek mega Northern Metropolis di Hong Kong. Kawasan pengembangan terpadu seluas puluhan ribu hektare tersebut dipandang memiliki potensi ekonomi yang masif dan menjanjikan.

Perusahaan-perusahaan asal Singapura khususnya melihat peluang kemitraan riset dan investasi dalam bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), bioteknologi, serta sektor teknologi mutakhir lainnya yang sedang gencar dikembangkan di wilayah perbatasan tersebut.

Dengan memperkuat kerja sama lintas batas di berbagai sektor strategis, Teo optimistis Hong Kong dan Singapura dapat terus memimpin pertumbuhan ekonomi di Asia. Sinergi kedua kota ini diharapkan mampu memperkokoh daya saing kawasan di tengah ketidakpastian iklim ekonomi global.


Kemenlu RI Selidiki Laporan WNI yang Direkrut Militer Rusia di Ukraina

Sebelumnya

Kuba Kecam AS atas Propaganda Media dan Persiapan Agresi Militer

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia