Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga terus mencatatkan pertumbuhan positif dengan torehan 107,44 juta perjalanan pada Juli 2026, mengakumulasi total perjalanan Januari–Juli 2026 menjadi 737,85 juta perjalanan (naik 3,34 persen). Di sisi akomodasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada Juli 2026 naik menjadi 54,54 persen, dengan okupansi tertinggi dinikmati oleh Provinsi Bali sebesar 67,29 persen, disusul Banten (58,89 persen) dan DI Yogyakarta (58,51 persen).
Aktivitas transportasi penumpang pada Juli 2026 mengalami peningkatan bulanan (m-to-m) di seluruh moda kecuali ASDP, di mana angkutan kereta api melayani 52,12 juta penumpang (naik 5,21 persen) dan angkutan udara domestik membawa 5,01 juta penumpang (naik 6,91 persen). Di sektor logistik dan kargo, volume angkutan barang laut domestik naik 6,71 persen secara bulanan menjadi 46,01 juta ton, sementara angkutan barang moda kereta api mengangkut 6,53 juta ton.
Lonjakan Indeks Harga Ekspor
Sebagai penutup indikator harga produsen dan internasional, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) umum nasional pada Agustus 2026 mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50 persen dan inflasi tahunan 6,18 persen, dengan IHPB sektor konstruksi tumbuh 0,41 persen secara bulanan (9,52 persen y-on-y).
Sementara itu, Indeks Harga Perdagangan Internasional (IHPI) Triwulan II-2026 mencatat lonjakan Indeks Harga Ekspor (IHX) sebesar 10,92 persen secara kuartalan (naik 24,94 persen y-on-y) serta kenaikan Indeks Harga Impor (IHM) sebesar 14,19 persen secara kuartalan (naik 25,45 persen y-on-y), yang utamanya dipicu oleh pergerakan harga bahan bakar mineral dan kelompok mesin peralatan industri.



KOMENTAR ANDA