British Airways (BA) baru saja mengambil langkah strategis untuk memperkuat jaringan penerbangannya dengan mengumumkan rute baru berdurasi sekitar 13 jam menuju benua Afrika. Langkah ini dilakukan untuk memperluas eksistensi maskapai asal Inggris tersebut di wilayah yang kerap dianggap sebagai benua "terlupakan" dalam operasional interkontinental mereka.
Meskipun British Airways memiliki dominasi yang sangat kuat di pasar jarak jauh seperti Asia dan Amerika Utara, kehadiran mereka di Afrika tergolong masih bisa dioptimalkan. Melalui pengumuman terbarunya, maskapai anggota pendiri oneworld ini berencana meluncurkan layanan penerbangan segitiga baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2027 mendatang.
Rute anyar tersebut akan beroperasi secara reguler mulai tanggal 29 Mei 2027. Penerbangan ini dirancang khusus untuk melayani dua destinasi populer di Tanzania, Afrika Timur, yakni Bandara Internasional Kilimanjaro (JRO) dan Zanzibar (ZNZ), dengan titik keberangkatan dari Bandara London Gatwick (LGW).
Dalam jadwal yang telah dirilis, penerbangan dengan nomor BA2163 ini akan beroperasi sebanyak tiga kali seminggu selama musim panas hingga 31 Oktober. Pihak maskapai mencatat bahwa waktu peluncuran rute ini sangat strategis karena bertepatan dengan periode liburan sekolah, sehingga menarik minat para wisatawan keluarga.
Penerbangan tahap pertama dijadwalkan meninggalkan London pada pukul 09:05 pagi waktu setempat. Pesawat akan mendarat di Kilimanjaro pada pukul 20:20 malam, sebelum melanjutkan penerbangan menggunakan pesawat dan nomor penerbangan yang sama menuju Zanzibar pada pukul 21:20.
Setelah singgah selama kurang lebih dua jam di darat, kaki terakhir dari perjalanan pulang-pergi ini akan mengudara kembali menuju Gatwick pada pukul 12:25 malam dan dijadwalkan tiba di Inggris pada pukul 07:55 pagi keesokan harinya. Secara keseluruhan, rangkaian perjalanan dengan durasi total sekitar 13 jam ini menggunakan armada jarak jauh andalan mereka, yaitu Boeing 777-200ER.
Neil Chernoff selaku Chief Planning and Strategy Officer British Airways mengungkapkan antusiasmenya atas pembukaan rute baru ini. Menurutnya, penambahan destinasi tersebut tidak hanya memperkuat kehadiran maskapai di Afrika Timur tetapi juga membuka pintu bagi para pelancong untuk menikmati pengalaman wisata alam yang luar biasa di dunia.
Tanzania sendiri kini semakin dilirik dan menjadi pasar yang sangat penting bagi maskapai-maskapai besar di Eropa. Berdasarkan data analitik penerbangan dari Cirium, sejumlah maskapai internasional terkemuka terbiasa menggunakan pola rute segitiga serupa untuk melayani kawasan pariwisata utama di Tanzania tersebut.
Maskapai besar lain seperti Air France terpantau melayani rute Kilimanjaro via Zanzibar, sementara KLM melayani Dar Es Salaam melalui jalur perlintasan yang sama. Selain itu, maskapai asal Turki, Turkish Airlines, juga menjalankan skema persinggahan serupa dari Istanbul untuk mengakomodasi tingginya mobilitas wisatawan menuju kawasan Afrika Timur.
Dengan dibukanya rute baru menuju Tanzania ini, British Airways berharap dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan asal Eropa ke salah satu pusat keajaiban alam dan pantai eksotis di Afrika. Inovasi ini sekaligus menandai komitmen jangka panjang maskapai untuk terus memperluas konektivitas global tanpa mengabaikan wilayah-wilayah yang sebelumnya jarang terkelola secara optimal.



KOMENTAR ANDA