post image
Foto: The Guardian
KOMENTAR

Suasana ketidakpastian yang pekat menyelimuti Iran setelah hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat menunjukkan kekalahan telak bagi Partai Republik yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump.

Bagi banyak warga dan pengamat di Iran, menurut The Guardian, kekalahan politik ini memicu spekulasi liar mengenai langkah militer Washington selanjutnya di tengah perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Sejumlah masyarakat sipil dan jurnalis di Teheran mengaku hidup dalam bayang-bayang ketakutan dan kebingungan total tanpa ada seorang pun yang dapat memprediksi arah kebijakan Gedung Putih ke depan.

Di satu sisi, sebagian warga khawatir bahwa Trump yang merasa terpojok secara politik akibat kekalahan partainya justru akan melancarkan eskalasi militer atau perang habis-habisan.

Namun di sisi lain, para pendukung pemerintah dan pejabat tinggi Iran justru menyambut hasil pemilu AS tersebut sebagai bentuk penolakan publik Amerika terhadap kebijakan perang Trump.

Pejabat keamanan nasional Iran secara terbuka menyebut hasil pemilihan paruh waktu itu sebagai kekalahan strategis dan politik yang telak bagi Washington akibat beban ekonomi dan harga energi yang ditanggung rakyat AS.

Kendati dinamika geopolitik global bergejolak pasca-pemilu Amerika, para aktivis dan pengamat di dalam negeri menegaskan bahwa satu hal yang pasti tidak akan berubah adalah tingkat penindasan rezim di dalam negeri.

Bagi rakyat Iran yang selama ini berada di bawah tekanan sistemik, perubahan konstelasi politik di Washington diyakini tidak akan membawa pelonggaran terhadap cengkeraman otoriter penguasa lokal.

Unjuk rasa anti-Amerika yang diorganisasi oleh pemerintah terus berlanjut di ibu kota, mencerminkan jurang permusuhan yang tetap mendalam di tengah ketidakpastian global yang kian memuncak.

Kini, baik masyarakat Iran maupun komunitas internasional hanya bisa menanti langkah kalkulasi politik berikutnya dari Washington, di mana masa depan stabilitas kawasan Timur Tengah berada di ujung tanduk.


Kubu Trump Kalah, Kenapa Netanyahu Masih Bungkam

Sebelumnya

Partai Arab Joint List Akhirnya Juga Dukung Gadi Eisenkot Bentuk Pemerintahan BaruIsrael

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia