post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan

LINGUISTIK adalah ilmu yang paling terlambat lahir, padahal paling tua digunakan. Manusia sudah berbahasa 100.000 tahun, tapi baru 200 tahun terakhir kita bertanya: bahasa itu apa sebenarnya?

1. Zaman Kuno: Bahasa Adalah Sihir (Abad 5 Sm - 15 M)

Orang pertama yang memikirkan bahasa bukan filsuf, tapi pendeta.

Di India, Panini (abad 4 SM) menulis Astadhyayi: 3.959 aturan tata bahasa Sanskerta. Ini adalah buku linguistik pertama di dunia, dan sampai sekarang dianggap karya paling sempurna. Tujuannya religius: agar mantra Weda tidak salah diucapkan, karena salah ucap bisa membuat dewa marah.

Di Yunani, Plato dan Aristoteles berdebat: apakah kata "pohon" berhubungan alami dengan pohon, atau hanya kesepakatan? Ini melahirkan dua kubu yang perang sampai sekarang: naturalis vs konvensionalis.

Di Arab, Sibawayh (760-796) menulis Al-Kitab, tata bahasa Arab pertama, agar orang non-Arab tidak salah baca Al-Quran. Ilmu bahasa lahir dari kebutuhan menjaga kesucian teks suci.

2. Zaman Pertengahan: Bahasa Adalah Logika

Di Eropa abad pertengahan, bahasa dianggap cermin pikiran Tuhan. Tata bahasa Latin diajarkan sebagai logika. Kalau kalimatmu salah, pikiranmu juga salah. Inilah zaman Modistae — mereka percaya struktur bahasa sama dengan struktur realitas.

3. Zaman Modern Awal: Bahasa Adalah Silsilah (1786-1900)

Revolusi terjadi tahun 1786. Seorang hakim Inggris di India, Sir William Jones, kaget: Sanskerta, Latin, dan Yunani mirip sekali. Kata "pitar" (Sanskerta), "pater" (Latin), "father" (Inggris) pasti satu nenek moyang.

Lahirlah linguistik historis komparatif. Para sarjana seperti Grimm dan Bopp membuktikan semua bahasa Eropa dan India berasal dari satu ibu: Proto-Indo-Eropa yang hidup 6.000 tahun lalu dan tidak meninggalkan tulisan.

Ini seperti Darwin, tapi untuk bahasa. Bahasa berevolusi, bercabang, punah. Bahasa bukan ciptaan Tuhan yang statis, tapi gagasan manusia yang dinamis.

4. Zaman Modern: Bahasa Adalah Struktur (1916-1957)

Tahun 1916, Ferdinand de Saussure, profesor Swiss, menerbitkan _Cours de Linguistique Générale_. Ia berkata: berhenti melihat sejarah kata, lihat sistemnya sekarang. Menurut Saussure, bahasa seperti permainan catur. Buah catur tidak penting dari kayu apa, yang penting aturannya. Kata "kucing" tidak penting bunyinya, yang penting bedanya dengan "anjing" dan "kucing". Makna lahir dari perbedaan, bukan dari benda itu sendiri.

Inilah strukturalisme — fondasi linguistik modern.

5. Zaman Kontemporer: Bahasa Adalah Otak (1957-Sekarang)

Tahun 1957, Noam Chomsky muda berusia 28 tahun menghancurkan Saussure. Dalam buku Syntactic Structures, ia bilang: bahasa bukan kebiasaan yang dipelajari, tapi naluri bawaan. Anak 3 tahun tidak pernah diajari tata bahasa, tapi bisa membuat kalimat yang belum pernah ia dengar: "Aku tidak mau makan tomat jelek itu."

Dari mana ia tahu? Karena di otak ada Universal Grammar = perangkat bahasa yang sudah terpasang sejak lahir, seperti sayap pada burung.

Sejak Chomsky, linguistik berpisah: satu cabang ke otak dan komputer (neurolinguistik dan AI), satu cabang ke masyarakat (sosiolinguistik).

Evolusi linguistik bergerak dari luar ke dalam: dari mantra suci (India), ke logika Tuhan (Abad Pertengahan), ke silsilah keluarga (abad 19), ke sistem sosial (Saussure), ke dalam otak manusia itu sendiri (Chomsky).

Kita mulai bertanya "Bagaimana cara bicara yang benar?" dan berlanjut bertanya "Mengapa manusia satu-satunya makhluk yang bisa bertanya seperti itu?"


Daya Tahan Mr X

Sebelumnya

Kubisme dan Geometri

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana