post image
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 6 Februari 2026./BPMI Setpres.
KOMENTAR

Selain itu, insiden-insiden diplomatik sporadis, seperti penyadapan komunikasi pejabat Indonesia oleh intelijen Australia yang terungkap pada tahun 2013, juga sempat merusak kepercayaan. Insiden-insiden semacam ini menunjukkan betapa rapuhnya kepercayaan yang telah dibangun dan betapa pentingnya terus membangun komunikasi transparan dan saling menghormati.

Hubungan pertahanan bilateral Indonesia dengan Australia adalah sebuah hubungan yang kompleks namun vital. Di satu sisi, kedua negara telah berhasil membangun fondasi kerja sama yang kokoh melalui berbagai perjanjian dan program kolaborasi yang nyata. Kerja sama di bidang kontra-terorisme, keamanan maritim, dan latihan militer bersama telah memberikan manfaat signifikan bagi stabilitas dan keamanan kedua negara serta kawasan. Pendekatan pragmatis yang berfokus pada kepentingan bersama dalam mengatasi ancaman non-tradisional terbukti menjadi perekat utama hubungan ini.

Di sisi lain, hubungan ini tetap rentan terhadap gangguan akibat isu-isu sensitif seperti Papua dan perbedaan orientasi strategis jangka panjang. Masa depan hubungan pertahanan Indonesia-Australia akan sangat bergantung pada kemampuan kedua negara untuk mengelola perbedaan-perbedaan ini dengan kedewasaan diplomatik.

Prinsip saling menghormati kedaulatan dan komitmen pada dialog yang terbuka, seperti yang tertuang dalam Perjanjian Lombok dan diimplementasikan dalam forum-forum seperti Dialog 2+2, harus terus dijunjung tinggi. Diharapkan, hubungan pertahanan bilateral ini dapat terus berkontribusi positif bagi terciptanya kawasan Indo-Pasifik damai, stabil, dan sejahtera.  

Referensi:
Amnesty International. (2026). Koalisi Sipil: Perjanjian Keamanan Indonesia-Australia harus masukkan akuntabilitas HAM. https://www.amnesty.id/kabar-terbaru/siaran-pers/koalisi-perjanjian-keamanan-indonesia-australia-harus-masukkan-akuntabilitas-ham/02/2026/
Antara News. (2025). Diplomasi pertahanan RI—Australia di Era Prabowo. https://megapolitan.antaranews.com/berita/463021/diplomasi-pertahanan-ri-australia-di-era-prabowo?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news
Arshali, G. D., dan Kurnia, A. A. (2026). Indonesia-Australia Security Architecture Must Include Papua Considerations. Australian Institute of International Affairs. https://www.internationalaffairs.org.au/australianoutlook/indonesia-australia-security-architecture-must-include-papua-considerations/
Australia-Indonesia Centre. (2023). The 2+2 Dialogue: A Cornerstone of the Bilateral Relationship. Policy Brief. Melbourne: The Australia-Indonesia Centre.
Bernama.com. (2026). Indonesia-Australia Sign Treaty to Boost Security Ties. https://bernama.com/tv/news.php/news.php?id=2521001
Crouch, H. (2010). The Indonesia-Australia relationship: A tale of two countries. Dalam C. Roberts, A. Habir, & L. Sebastian (Ed.), Indonesia’s Growing Role in World Affairs, 173-190. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2024, Februari 22). Siaran Pers: Penandatanganan Defence Cooperation Arrangement (DCA) Indonesia-Australia. Biro Humas Setjen Kemhan.
Manurung, H. (2025). Indonesian CBMs in Southeast Asia. Research Gate, 1-6. DOI. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.17622.56647
Missbach, A. (2015). Troubled Transit: Asylum Seekers Stuck in Indonesia. Singapore: ISEAS Publishing.
Prasetyono, E. (2007). The Lombok Treaty: A Giant Leap for Indonesia-Australia Security Cooperation? Jakarta: Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
Prime Minister of Australia. (2026). Media release: Australia and Indonesia sign historic security Treaty. https://www.pm.gov.au/media/australia-and-indonesia-sign-historic-security-treaty
Puspita, N., & Beni, S. (2020). Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Australia dalam Menghadapi Ancaman Keamanan Non-Tradisional. Padjadjaran Journal of International Relations, 2(2), 178-195.
Roberts, C., Habir, A., & Sebastian, L. (Ed.). (2015). Indonesia's Ascent: Power, Leadership, and the Dynamics of Change. Basingstoke: Palgrave Macmillan.
Sukma, R. (2024). Navigating Great Power Rivalry: Indonesia's Response to AUKUS. Asia Policy, 19(1), 45-52.
 
Penulis:
1 Hendra Manurung, Dosen Magister Diplomasi Pertahanan Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI (UNHAN RI)
2 Mitro Prihantoro, Dosen Magister Damai dan Resolusi Konflik Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan RI (UNHAN RI)
 


Empat Tahun Invasi Rusia, Zelenskyy: Trump Tidak Cukup Menekan Putin

Sebelumnya

Susunan Pengurus Partai Pekerja Korea Telah Diumumkan, Kim Jong Un Duduki Tiga Posisi Kunci

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global