post image
Kolibri (kiri) dan capung
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

DALAM bidang daya aeronautikal, ada dua jenis mahluk hidup menarik perhatian saya yaitu capung dan kolibri. Sebenarnya masih ada satwa mamalia aeronautikal yaitu kelelawar namun lebih layak disebut melayang ketimbang terbang.

Berikut adalah taksonomi capung dan kolibri:

Capung (Dragonfly) - Kingdom: Animalia - Filum: Arthropoda - Kelas: Insecta - Ordo: Odonata - Subordo: Anisoptera (capung sejati) - Famili: Libellulidae, Aeshnidae, dll. - Genus: Libellula, Aeshna, dll. - Spesies: Libellula depressa, Aeshna juncea, dll.

Kolibri (Hummingbird) - Kingdom: Animalia - Filum: Chordata - Kelas: Aves - Ordo: Apodiformes - Famili: Trochilidae - Subfamili: Trochilinae - Genus: Trochilus, Archilochus, dll. - Spesies: Trochilus polytmus, Archilochus colubris, dll.

Perlu diingat bahwa taksonomi dapat berbeda-beda tergantung pada sumber dan kaisah serta klasifikasi yang digunakan.

Dalam hal rata-rata usia:

- Capung (Dragonfly): Usia dewasa: beberapa minggu hingga beberapa bulan (rata-rata 1-4 bulan). Usia total: 1-5 tahun (tergantung spesies dan lingkungan)

- Kolibri (Hummingbird): Usia dewasa: 3-5 tahun di alam liar, hingga 10 tahun di penangkaran. Usia total: sama dengan usia dewasa, karena mereka tidak memiliki fase larva seperti capung.

Perlu diingat bahwa usia capung dan kolibri dapat berbeda-beda tergantung pada spesies, lingkungan, dan faktor lainnya.

Capung mengalami metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola), yang terdiri dari 3 tahap:
1. Telur: Capung betina meletakkan telur di air atau di tanaman air.
2. Nimfa (Larva): Telur menetas menjadi nimfa, yang hidup di air dan memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan capung dewasa. Nimfa capung disebut "naiad".
3. Dewasa (Imago): Nimfa mengalami beberapa kali pergantian kulit (ekdisis) dan akhirnya berubah menjadi capung dewasa.

Tidak seperti kupu-kupu yang mengalami metamorfosis sempurna (holometabola) dengan tahap pupa, capung tidak memiliki tahap pupa. Sementara kolibri sama sekali tidak menempuh proses metamorfosis.

Burung kolibri memiliki frekuensi kepakan sayap yang sangat tinggi, yaitu sekitar 80 kali per detik, bahkan bisa mencapai 200 kali per detik pada beberapa spesies. Sementara capung memiliki frekuensi kepakan sayap “hanya” sekitar 30-50 kali per detik.

Jadi, dapat dikatakan bahwa frekuensi kepakan sayap kolibri lebih unggul daripada capung. Ini memungkinkan kolibri untuk melakukan manuver yang lebih lincah dan stabil di udara, serta mempertahankan posisi terbang di tempat (hovering) dengan lebih baik.

Namun, perlu diingat bahwa capung juga memiliki kemampuan terbang yang sangat baik dan dapat melakukan manuver yang cepat, tangkas dan presisi.

Kelebihan capung dibandingkan kolibri adalah:

1. Jangkauan terbang: Capung dapat terbang lebih jauh dan lebih lama daripada kolibri, karena mereka memiliki sayap yang lebih besar dan lebih efisien dalam menghasilkan energi.

2. Kemampuan predatoris: Capung adalah predator yang sangat efektif, dapat menangkap mangsa di udara dengan sangat cepat dan presisi.

3. Ketahanan: Capung memiliki ketahanan yang lebih baik daripada kolibri, dapat hidup relatif lebih lama dan lebih fleksibel beradaptasi dengan lingkungan.

Kolibri lebih spesialis dalam mengambil nektar dari bunga, sedangkan capung lebih gesit dalam berburu mangsa serta dapat beradaptasi dengan lingkungan saling berbeda.


Geodesi, Itu Apa?

Sebelumnya

Kontroversi Stockhausen tentang 9/11

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana