Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
SEMULA saya menduga semua cabe rawit memiliki kadar kepedasan yang sama namun daya tahan manusia terhadap rasa pedas saling beda dari insan ke insan. Bahkan ada semacam kepercayaan bahwa perempuan lebih tahan rasa pedas ketimbang lelaki. Ternyata saya keliru!
Berdasar riset Pusat Studi Cabemologi, cabe rawit memiliki tingkat kepedasan yang bervariasi. Ada beberapa jenis cabe rawit yang memiliki tingkat kepedasan berbeda-beda, seperti cabe rawit biasa: pedas sedang; cabe rawit hijau: kurang pedas; cabe rawit merah: lebih pedas; cabe rawit setan: sangat pedas. Namun tingkat kepedasan cabe rawit juga dipengaruhi oleh faktor semisal varietas, kondisi tanah, dan cara pengolahan.
Cabe rawit Indonesia memiliki tingkat kepedasan sekitar 2.500-8.000 Skala Scoville, sedangkan cabe Serrano dari Meksiko memiliki tingkat kepedasan sekitar 10.000-23.000 Skala Scoville.
Berarti cabe Serrano dari Meksiko lebih pedas daripada cabe rawit Indonesia. Berdasar telaah cabemologi dapat disimpulkan bahwa cabe terpedas di dunia saat ini adalah Pepper X, dengan tingkat kepedasan mencapai 3,18 juta Scoville Heat Units (SHU).
Pepper X dikembangkan oleh Ed Currie, tokoh yang sama yang mengembangkan Carolina Reaper, cabai terpedas sebelumnya. Pepper X memiliki rasa yang sangat pedas dan hanya tersedia dalam jumlah terbatas karena tingkat kepedasannya yang ekstrem sehingga dikhawatirkan bikin mulut manusia terbakar.
Berikut adalah daftar 10 cabe terpedas di dunia:
1. Pepper X: 3,18 juta SHU
2. Dragon's Breath: 2,48 juta SHU
3. Carolina Reaper: 2,2 juta SHU
4. Trinidad Moruga Scorpion: 2 juta SHU
5. 7 Pot Douglah: 1,85 juta SHU
6. 7 Pot Primo: 1,46 juta SHU
7. Trinidad Scorpion Butch T: 1,46 juta SHU
8. Ghost Pepper: 1,04 juta SHU
9. 7 Pot Barrackpore: 1 juta SHU
10. Naga Viper: 1,34 juta SHU
Di luar catatan tersebut di atas, ada cabe Si Chuan, atau yang dikenal sebagai "Er Jing Tiao", adalah jenis cabe yang sangat populer di provinsi Sichuan, China. Er Jing Tiao memiliki tingkat kepedasan sekitar 30.000-50.000 Scoville Heat Units (SHU), yang membuatnya lebih pedas daripada cabe rawit biasa.
Er Jing Tiao digunakan dalam berbagai masakan Sichuan, seperti Mapo Tofu, Kung Pao Chicken, dan Hot Pot. Cabe Si Chuan juga kaya akan vitamin C dan antioksidan, dan memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan.
Cabe Korea, atau yang dikenal sebagai "gochugaru", adalah jenis cabe yang sangat populer di Korea. Gochugaru memiliki tingkat kepedasan sekitar 30.000-50.000 Scoville Heat Units (SHU), yang membuatnya lebih pedas daripada cabe rawit biasa. Gochugaru digunakan dalam berbagai masakan Korea, seperti kimchi, bibimbap, dan gochujang (pasta cabe Korea).
Gochugaru kaya vitamin C dan antioksidan, demi meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan.
Ada pula cabe Tibet, atau yang dikenal sebagai "Bhut Jolokia" atau "Ghost Pepper", adalah jenis cabe yang sangat populer di Tibet dan India.
Namun, perlu diingat bahwa Bhut Jolokia sebenarnya berasal bukan dari Tibet, tetapi India. Bhut Jolokia memiliki tingkat kepedasan sekitar 855.000-1.041.427 Scoville Heat Units (SHU), yang membuatnya menjadi satu di antara cabe terpedas di dunia.
Bhut Jolokia digunakan dalam berbagai masakan Tibet dan India, seperti saus pedas dan kari. Cabe Tibet juga kaya akan vitamin C dan antioksidan, dan memiliki beberapa manfaat kesehatan setara Gochugaru.
Masyarakat beberapa negara tidak menggunakan cabe pada kuliner mereka, atau minimalis dalam menggunakan jumlah relatif sedikit. Beberapa contoh adalah:
- Inggris: Makanan tradisional Inggris cenderung lebih fokus pada daging, sayuran, dan roti, dengan sedikit penggunaan cabe.
- Prancis: Meskipun Prancis memiliki beberapa hidangan pedas, seperti harissa, tetapi cabe tidak digunakan secara luas dalam kuliner Prancis.
- Jerman: Makanan Jerman cenderung lebih fokus pada daging, kentang, dan sauerkraut, dengan sedikit penggunaan cabe.
- Skandinavia (Norwegia, Swedia, Denmark): Makanan Skandinavia cenderung lebih fokus pada ikan, daging, dan sayuran, dengan sedikit penggunaan cabe.
- Russia: kuliner tradisional Russia relatif sedikit menggunakan cabe sebab cuaca terlalu dingin untuk bercocok-tanam cabe yang kalah popular ketimbang bawang Bombay, bawang putih, kubis, paprika, parsley, untuk hidangan Pelmeni dan saus Adjika.
Namun, perlu diingat bahwa arus globalisasi dan pertukaran kebudayaan telah membuat cabe menjadi lebih umum digunakan di banyak negara, termasuk negara-negara yang tidak menggunakan cabe secara tradisional.




KOMENTAR ANDA