Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
ZEUS adalah dewa utama mitologi Yunani yang gemar manusia perempuan. Padanan Zeus di pewayangan adalah Arjuna yang juga womanizer kaliber unggul.
Demi mewujudkan hobi tersebut, kerap kali Zeus harus menyamar agar tidak ketahuan identitas aslinya sebagai bukan sekedar Dewa namun bahkan Dewa Utama berarti Dewanya Dewa mitologi Yunani.
Dalam hal penyamaran diri Zeus terbukti luar biasa kreatif. Daftar penyamaran Zeus cukup panjang mulai dari sapi sampai semut. Perlu diketahui bahwa nama selat yang memisahkan benua Asia dan Eropa adalah Bosphorus yang berarti sapi dan Eropa adalah nama seorang perempuan yang dipacari Zeus.
Kisah romantis ini merupakan mitologi Yunani paling terkenal sebagai asal-usul nama benua Eropa.
Europa adalah nama putri Fenisia/Sidon, anak Raja Agenor. Cantik jelita, sering main di pantai bersama dayang-dayangnya. Zeus, mahadewa tukang modus dan tukang nyamar. Kalau sudah naksir, rela turun kasta jadi apa aja.
Alkisah pada suatu hari, Zeus mengintip ke dunia dari Olimpus. Zeus terpesona melihat Europa sedang memetik bunga di pantai Tirus, Fenisia. Langsung kesengsem. Masalahnya Hera istrinya galak dan cemburuan. Kalau turun wujud dewa = ketahuan.
Zeus mikir: “Cewek biasanya takut dewa petir, tapi suka hewan lucu.” Akhirnya dia ubah diri jadi sapi jantan putih mulus. Agar tidak terlalu mencurigakan, dia menyuruh Hermes giring kawanan sapi biasa ke pantai biar nyampur.
Kawanan sapi datang ke pantai. Europa dan temen-temennya awalnya takut. Tapi sapi putih ini beda: anteng, ganteng, duduk di rumput, tatapannya lembut.
Europa pelan-pelan memberanikan diri ngelus punggungnya. Sapinya malah rebahan, ngasih kode “naik gih”. Europa iseng naik ke punggung sapi. Dayang-datang menaruh karangan bunga di tanduknya.
Begitu Europa sudah duduk manis, sang Sapi putih itu langsung lari ke laut. Tapi anehnya dia nggak tenggelam. Dia lari di atas air kayak lewat jalan tol. Kawanan sapi lain cuma bengong di pantai. Para dayang Europa teriak-teriak nggak bisa nolong.
Zeus memboyong Europa menyebrang Laut Tengah, dari Fenisia sampai ke Pulau Kreta. Selama di jalan, Europa menangis ketakutan. Zeus tidak bisa ngomong karena masih berwujud sapi.
Sampe di Kreta, Zeus balik ke wujud dewa. Dia ngaku: “Sori, gue Zeus. Tadi sapi itu gue. Mau nggak jadi ratuku di sini?”
Europa akhirnya setuju dan jadi Ratu Kreta pertama. Mereka punya 3 anak, yang paling terkenal adalah Minos yang nanti menjadi Raja Kreta dan bikin Labirin Minotaur. Zeus naik ke langit, bikin rasi bintang Taurus demi mengenang sapi yang dimanfaatkan sebagai modus operandi menyulik Eropa.
Zeus juga pernah menyamar sebagai semut dan korbannya Eurymedusa, putri raja Achelous dan cucu Poseidon yang kerjaannya adalah berkebun bunga. Eurymedusa cantik, tapi ayahnya galak.
Zeus putar otak demi bisa mendekati Eurymedusa tanpa ketahuan ayahnya apalagi kakeknya. Akhirnya Zeus memutuskan diri menyamar sebagai semut yang bisa diam-diam merayap lewat tanah tanpa suara. Zeus beralih-rupa menjadi semut lalu memanjat kaki Eurymedusa. Naik... naik... masuk ke pangkuan.
Boom! Eurymedusa hamil. Lahirlah Myrme yang artinya “semut”. Dari Myrme muncul bangsa Myrmidons sebagai kopassus elit Achilles. Juga terminologi Myrmekologi dalam arti ilmu yang memelajari semut.
Zeus memang kreatif menyamar. Perbendaharaan penyamaran Zeus memang beranekaragam mulai dari sapi, semut, angsa, kambing, awan, hujan emas, api sampai ke suami orang seperti yang dilakukan Zeus ketika suami Alcmene sedang pergi berperang. Zeus dalam wujud suami Alcmene menghamili Alcmene kemudian melahirkan Herakles yang di Indonesia lebih dikenal sebagai Herkules.
Sebenarnya yang lebih menakjubkan adalah kreatfitas manusia yang mampu menggubah kisah mitologi tentang kreatifitas Zeus menyamar! Bravo, Manusia!




KOMENTAR ANDA