post image
Ilustrasi AI
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

SECARA taksonomis, alat musik terbagi menjadi alat musik alami, alat musik pukul alias perkusi, alat musik petik, alat musik gesek dan alat musik tiup lalu yang termutakhir ada pula alat musik elektronik.

Belum diketahui alat musik apalagi yang akan menyusul karena tampaknya daya kreatifitas dan inovasitas otak manusia bikin alat musih masih belum berakhir.

Akibat ruang dan waktu di samping daya tafsir otak saya terbatas maka naskah sederhana saya kali ini membatasi diri pada alat musik perkusi. Itu pun saya yakin naskah sederhana saya ini masih jauh dari sempurna maka masih banyak kekurangan, kekeliruan maupun kengawurannya.

Bagi yang khawatir akan tidak puas terhadap naskah ini sebaiknya cukup membaca sampai di sini saja. Masih banyak perihal di planet bumi ini yang lebih penting diurus ketimbang membaca naskah terbatas alat musik perkusi yang pasti tidak sempurna ini.

Menurut keimanan musikalis saya yang sudah barang tentu lebih subyektif ketimbang obyektif, benda apa pun siap didayagunakan sebagai alat musik perkusi.

Meja di mana saya sedang menulis naskah ini langsung menjadi alat musik perkusi ketika diketuk dengan jari atau memukul gendang sehingga berbunyi dang dang duuuuuut. Pintu jika diketuk juga beralih fungsi menjadi alat musik perkusi.

Tidak kalah keren adalah Keprak alias Kepyak berupa logam yang dibunyikan Ki Dalang dengan  cara menginjak atau menjepit Cempala (pemukul dari kayu atau besi) menggunakan jari kaki, lalu memukulkannya ke lempengan logam tersebut.

Bunyi "crek-crek-crek" berfungsi sebagai pengiring gerakan wayang, pemberi tekanan pada ucapan (sabda) dalang, serta sebagai tanda atau kode bagi para pengrawit untuk mengubah irama musik.

Demikian pula dengan Kemanak yang menghadirkan suasana mistis dengan hanya dua nada yang diketuk secara silih berganti.

Ilmu yang mempelajari goa beserta lingkungannya disebut speleologi mencakup studi ilmiah tentang fisik goa (batuan, ornamen, air) dan eksplorasinya, seringkali berkaitan dengan kawasan karst (batu gamping).

Speleologi menggabungkan berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, biologi, arkeologi, dan hidrologi untuk memahami ekosistem goa. Termasuk musikologi seperti yang bisa nyata didengar di Goa Tabuhan di kawasan Pacitan, Jawa, Indonesia.

Stalagnit dan stalagmit di dalam Goa Tabuhan merupakan alat musik alami jenis perkusi atau perkusi jenis alami yang masing-masing punya nada tersendiri seperti pada alat musik Sunda yang sudah mendunia yaitu angklung. Pada dasarnya angklung merupakan pengembangan alat musik perkusi yang cara memainkannya merupakan campuran alat musik pukul dengan alat musik getar. 

Alat musik perkusi tidak terbatas hanya bisa berperan irama sebab bisa juga berperan sebagai nada. Marakas dan triangle jelas merupakan alat musik perkusi irama meski kulintang dan drum marimba siap berperan sebagai alat musik perkusi nada. Timpani masa kini bisa berperan nada.

Jejeran gelas air minum juga siap berperan alat musik perkusi apabila diisi dengan air yang menentukan nada apa yang terdengar apabila dipukul secara tidak terlalu keras agar gelas tidak pecah.

Mozart pernah bikin komposisi untuk jejeran harmonika gelas yang bibirnya digesek sehingga terdengar lembut mendengung, sementara  masih diperdebatkan apakah Joseph Haydn atau Leopold Mozart bikin Toy Symphoniy yang menggunakan berbagai alat musik perkusi dan tiup dalam bentuk mainan anak. Alat musik yang pertama saya gagas di masa kanak-kanak adalah kaleng-kaleng kosong yang masing-masing jika dipukul mengeluarkan nada saling beda.

Setiap manusia bisa punya perut kembung yang masing-masing bisa ditepuk demi mengeluarkan bunyi dan nada tertentu. Bisa saja dibentuk orkestra perut kembung seperti orkestra angklung. Tepuk tangan  an sich  merupakan alat musik perkusi yang bisa indah berperan di musik gamelan Jawa. Alat musik karawitan Jawa didominasi alat musik perkusi dilengkapi alat musik gesek (rebab) , petik (siter) dan tiup (seruling atau terumpet).

Pada hakikatnya pianoforte sebagai alat musik perkusi berevolusi dari alat musik petik klavikord dan sembalo yang serumpun dengan gitar. Adalah Bartok, Stravinski dan Prokofief yang menganggap pianoforte sebagai murni alat musik perkusi.

Bahkan para penggubah musik avant-gardis tak segan menggunakan bukan dawai tetapi tubuh dan sayap pianoforte sebagai alat musik perkusi. Saya pribadi pada karya-karya musik aleatorik saya sendiri, menggunakan kertas koran atau majalah sebagai peredam perkusif dawai pianoforte sehingga sama sekali beda suara dari dawai pianoforte yang tidak diredam.

Bahkan jika saya berteriak ke arah dawai pianoforte tanpa pedal akan keluar suara yang menggaung seperti musik ilustrasi film horror.


Kreatifitas Zeus Menyamar

Sebelumnya

Superorganisme

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana