Pada akhirnya, pakta ini bukan sekadar dokumen kerja sama, melainkan ujian nyata bagi konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
Ini juga menjadi ujian bagi TNI dalam menjaga keseimbangan antara profesionalisme modern dan kedaulatan nasional. Jika dikelola dengan cermat, kerja sama ini dapat menjadi instrumen penguatan.
Namun jika lengah, ia berpotensi menjadi pintu masuk bagi erosi otonomi strategis. Indonesia tidak kekurangan pengalaman dalam memainkan peran di antara kekuatan besar.
Tantangannya kini adalah memastikan bahwa setiap langkah tetap berpijak pada kepentingan nasional—bukan sekadar mengikuti arus geopolitik yang sedang menguat.




KOMENTAR ANDA