post image
Foto: Simple Flying
KOMENTAR

Program Air Force One baru Amerika Serikat telah mengalami penundaan bertahun-tahun karena proses pengembangan VC-25B yang sangat berbeda dari pesawat komersial biasa. Boeing sedang mengubah dua pesawat 747-8 menjadi "Gereja Putih Terbang" dengan fitur komunikasi yang aman, sistem transportasi presiden, dan kemampuan bertahan yang jauh mellebihi pesawat jet komersial.

Air Force One baru diperlukan karena armada pesawat kepresidenan saat ini sudah tua dan sulit dipertahankan. Dua pesawat VC-25A yang ada saat ini adalah modifikasi dari 747-200B yang mulai beroperasi pada tahun 1990 dan 1991. Pesawat ini tidak lagi memenuhi kebutuhan misi yang semakin kompleks dan memerlukan upgrade sistem komunikasi, pertahanan, dan kemampuan bertahan.

Solusi yang Dipilih

Solusi yang dipilih adalah menggantikan armada VC-25A dengan dua pesawat 747-8 yang dimodifikasi menjadi VC-25B. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keandalan, dan keamanan pesawat kepresidenan.

Jadwal pengiriman asli adalah tahun 2024, namun telah mengalami penundaan beberapa kali. Sekarang, pengiriman pertama diharapkan pada tahun 2028 atau lebih lambat.

Penundaan program disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kebangkrutan subkontraktor interior, gangguan tenaga kerja, masalah rantai pasokan, dan perubahan persyaratan keamanan.

Biaya program Air Force One baru sekarang mencapai sekitar $6,2 miliar. Boeing telah melaporkan kerugian sekitar $2,4 miliar karena kontrak harga tetap yang tidak dapat diubah.

Program Air Force One baru AS telah menjadi contoh bagaimana program prestisius dapat dengan cepat menjadi tidak terkendali ketika kustomisasi ekstrem, ketegangan industri, dan kontrak yang cacat bertabrakan. Penundaan program telah menyebabkan kebutuhan akan pesawat interim, yang merupakan solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan keamanan dan keandalan pesawat kepresidenan.

Dampak Penundaan

Penundaan program telah menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemerintahan AS dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan keandalan pesawat kepresidenan.  Upaya perbaikan sedang dilakukan untuk menyelesaikan program Air Force One baru, termasuk penambahan sumber daya dan perubahan kontrak.

Masa depan program Air Force One baru masih tidak pasti, namun diharapkan dapat diselesaikan dalam beberapa tahun ke depan.

Program Air Force One baru telah menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya perencanaan, manajemen, dan kontrak yang efektif dalam program pertahanan.

Rekomendasi untuk program Air Force One baru adalah meningkatkan transparansi, memperbaiki manajemen, dan memastikan kontrak yang efektif untuk menghindari penundaan dan biaya yang tidak perlu.

Program Air Force One baru AS telah menjadi contoh bagaimana program prestisius dapat dengan cepat menjadi tidak terkendali. Namun, dengan upaya perbaikan dan pelajaran yang dipetik, diharapkan program ini dapat diselesaikan dengan sukses dan memenuhi kebutuhan keamanan dan keandalan pesawat kepresidenan.


Mengapa Boeing 737 Tidak Memiliki Sistem Pembuangan Bahan Bakar

Sebelumnya

Garuda Indonesia Paling Tepat Waktu Versi OAG Aviation Worldwide

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews