post image
Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan India, 15 Agustus 2026, di Red Fort, Delhi.
KOMENTAR

Berbagai negara kekuatan global beserta misi diplomatik asing menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada pemerintah dan rakyat India dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 negara tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Perayaan bersejarah ini tidak hanya menjadi momentum penghormatan atas perjalanan demokrasi serta warisan peradaban India, tetapi juga dimanfaatkan oleh komunitas internasional untuk menegaskan kembali komitmen penguatan hubungan bilateral dengan New Delhi.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, beserta Kedutaan Besar AS di New Delhi menyampaikan pesan diplomatik yang menyoroti pentingnya hubungan antara dua negara demokrasi terbesar di dunia tersebut. Pihak AS menekankan bahwa kemitraan strategis AS-India memiliki dampak yang sangat luas bagi stabilitas global, seraya mengutarakan optimisme untuk terus memperdalam kerja sama multidimensional di masa-masa mendatang.

Dari kawasan Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kedutaan Besar Prancis turut memberikan ucapan selamat atas perayaan ke-80 tahun kemerdekaan India. Paris menggarisbawahi ikatan emosional dan kemitraan strategis yang erat antara kedua negara, sembari memuji dinamika kebudayaan serta keragaman masyarakat India yang memberikan kesan mendalam bagi para diplomat internasional yang bertugas di sana.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan pesan hangat yang ditujukan kepada Presiden Droupadi Murmu dan Perdana Menteri Narendra Modi. Putin menggarisbawahi kemitraan strategis istimewa (specially privileged strategic partnership) antara Moskow dan New Delhi yang dinilai terus menunjukkan pertumbuhan positif di berbagai sektor vital, termasuk energi, perdagangan, dan koordinasi di forum seperti BRICS.

Sementara itu, Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam bersama Komisaris Tinggi Singapura, Simon Wong, memberikan apresiasi atas pesatnya kemajuan teknologi dan ekonomi India. Singapura secara khusus menyoroti potensi perluasan kerja sama bilateral di bidang pengembangan keterampilan, digitalisasi sektor publik, keberlanjutan lingkungan, hingga manufaktur canggih.

Dukungan dan apresiasi diplomasi juga datang dari kawasan Timur Tengah, salah satunya disampaikan oleh Presiden Israel Isaac Herzog yang memberikan selamat dalam bahasa Hindi. Kedutaan Besar Israel di New Delhi menyatakan bahwa perjalanan demokrasi dan pluralisme India menjadi inspirasi global, seraya menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama teknologi dan keamanan demi masa depan bersama.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di New Delhi tidak ketinggalan menyampaikan harapan terbaik bagi kemakmuran rakyat India. Dalam pernyataan resminya, pihak Iran berharap agar hubungan ekonomi, kebudayaan, dan diplomasi antara Teheran dan New Delhi dapat terus berkembang pesat guna mendorong perdamaian dan stabilitas regional.

Dari kawasan tetangga Asia Selatan dan Indo-Pasifik, Perdana Menteri Nepal Balendra Shah, Presiden Maladewa Mohamed Muizzu, serta perwakilan diplomatik Australia, Kanada, Sri Lanka, dan Bangladesh turut memperkuat gelombang dukungan internasional. Mereka menyoroti peran sentral dan kepemimpinan India yang semakin diperhitungkan dalam pertumbuhan ekonomi serta arsitektur keamanan kawasan.

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 India di Red Fort, New Delhi, mengusung tema “Yuva Shakti for Viksit Bharat@2047”, yang berfokus pada peran pemuda menuju visi India sebagai negara maju pada 2047. Peringatan tahun ini juga terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan perayaan 150 tahun lagu kebangsaan “Vande Mataram” yang disuarakan secara serentak di seluruh penjuru negeri.

Respon positif dan ucapan selamat dari berbagai penjuru dunia ini menegaskan posisi India yang kian strategis di panggung politik internasional. Berbagai misi diplomatik asing menilai bahwa dengan kekuatan ekonomi, keragaman budaya, serta komitmen demokrasinya, India berada dalam jalur pertumbuhan yang pesat dan siap memainkan peran yang lebih besar dalam dinamika global.


Utusan Trump Desak Netanyahu Terima Peta Jalan Perdamaian

Sebelumnya

Ratusan Migran di Ceuta Protes, Menuntut Suaka Politik kepada Pemerintah Spanyol

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia