post image
Ilustrasi dapur MBG.
KOMENTAR

Abai dan terus melakukan pembiaran terhadap nasib buruh, guru honorer dan tenaga kesehatan dan sektor UMKM yang penghasilannya masih di bawah standar kecukupan dan kelayakan hidup. Semakin menegaskan MBG cuma akal-akalan rezim untuk kepentingan politik praktis serta membangun struktur kekuasaan dan sistem yang  berkesinambungan  memelihara kemiskinan dan kebodohan rakyat.

Dengan tingkat apriori dan skeptis yang tinggi yang dirasakan rakyat terhadap pemimpin dalam menjalankan pemerintahan dan semua kebijakannya selama ini.  Sangat wajar rakyat memberikan saran dan kritik serta refleksi dan evaluasi program MBG. Pemerintah lebih memilih memberikan makanan gratis,  bukannya meningkatkan lapangan pekerjaan yang dapat membangun kemandirian rakyat  dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Psikopolitik publik yang telah menempatkan rezim tak lepas dari apa yang disebut dengan "state organized crime". Harusnya membuat pemerintah terutama presiden bisa intropeksi dan tahu diri. Bukan difensif, lalu menjawab suara rakyat dengan statemen basa-basi, narasi arogansi dan orasi pidato penuh halusinasi. Apalagi dengan ancaman dan teror yang membangkitkan kembali kepemimpinan fasis dan watak otoriter.


Catatan Pinggir Atas Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat

Sebelumnya

Inlander Mentality: Ketika Kenaikan Status Melupakan Asal-Usul

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Indonesiana

image

Anjir