post image
Burung Kakaktua/Wikipedia
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

BURUNG Kakaktua
Hinggap di Jendela
Kakek Sudah Tua
Giginya Tinggal Dua

Lirik lagu anak-anak popular ini benar-benar menarik untuk disimak karena benar-benar estetis dengan irama sungguh serasi meski  secara gender diskrimatif terhadap kakek yang rimanya lebih selaras dengan kakaktua ketimbang nenek. 

Baik secara toponimi maupun etimologi sebenarnya tidak jelas kenapa burung kakaktua disebut sebagai kakaktua apalagi dalam bahasa Inggris burung kakaktua disebut sebagai parrot yang pada hakikatnya sama sekali tidak mirip dengan kakaktua maupun kakakmuda. Lafal kakaktua lebih mirip kakadu sebagai nama taman nasional di Australia.

Secara taksonomis, burung Kakaktua adalah keluarga burung Psittacidae, dikenal beraneka warna mulai dari hitam sampai putih maupun berwarna-warni, kemampuan meniru suara, dan kecerdasan luar biasa. 

Dengan paruh yang kuat, mereka berperan penting dalam ekosistem sebagai penyebar biji: makan buah, lalu menyebarkan biji ke tempat lain. Dan, pengontrol populasi tanaman: makan biji dan buah, membantu mengatur pertumbuhan tanaman.

Lebih menarik lagi adalah kenyataan alam bahwa di samping burung Kakaktua yang hinggap di jendela lalu terbang di angkasa masih ada pula ikan Kakaktua yang berkeliaran di sekitar temburu karang. Paruh ikan Kakaktua memang mirip burung Kakaktua hanya beda fungsi makan buah-buahan dan biji-bijian dengan ikan Kakaktua membersihkan kemudian makan tetumbuhan laut berupa alga yang menempel di terumbu karang.

Seperti burung Kakaktua, ternyata ikan Kakaktua juga bisa bersuara kak-kak-kak-kak  di dalam air laut. 

Ikan Kakaktua (Bolbometopon muricatum) adalah spesies ikan laut, dikenal karena bentuk mulutnya yang seperti paruh dan tubuh yang berwarna-warni. Di panggung ekologi dan ekosistem Ikan Kakaktua  berperan pengontrol alga: Makan alga dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang. Bagian rantai makanan: Sebagai mangsa bagi predator lain.

Berarti layak disimpulkan bahwa kedua jenis satwa itu berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di planet bumi kita ini.

Ikan Kakaktua juga bisa saja diangkat sebagai lirik dengan melodi yang sama dengan Burung Kakaktua. Meski terkesan agak dipaksakan semisal Ikan Kakaktua b’renang di dalam air, nenek sudah tua giginya tinggal tiga. Agar secara aritmatis , nenek memiliki sisa gigi lebih satu daripada kakek sebagai keberpihakan gender ke pihak kaum perempuan ketimbang lelaki.


Drama Kalah Debat Lawan Ibu Guru

Sebelumnya

Koes-Plus dan Genjer-genjer

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana