post image
Srinivasa Ramanujan
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

BERHUBUNG di dalamnya memang terselip petilan kata “ashik” maka istilah Rekaman Akashik kerap ditafsirkan sebagai nama grup band atau judul lagu yang mengasyikkan, padahal bukan. Rekaman Akashik adalah alih-bahasa istilah Akhasic Records yang pertama kali saya jumpa terkait dengan mahamatematikawan asal India yang sempat menghebohkan khasanah matematika di Eropa: Srinivasa Ramanujan.

Ramanujan diperankan oleh Dev Fatel didampingi Jeremy Irons sebagai Prof. G.H..Hardy dari Trinity College, Cambridge, Inggris di dalam film “The Man Who Knew Infinity” (2015).

Menurut ensiklopedi Britannica:  Akashic Records, in occultism, a compendium of pictorial records, or “memories,” of all events, actions, thoughts, and feelings that have occurred since the beginning of time. They are said to be imprinted on Akasha, the astral light, which is described by spiritualists as a fluid ether existing beyond the range of human senses. The Akashic records are reputedly accessible to certain select individuals—e.g., a spiritualist medium who conducts a séance. Akasha allegedly transmits the waves of human willpower, thought, feeling, and imagination and is a reservoir of occult power, an ocean of unconsciousness to which all are linked, making prophecy and clairvoyance possible.

Saripati alih bahasa bebas ke Indonesia kira-kira begini: Akashic Records adalah konsep dalam okultisme yang merujuk pada sebuah “perpustakaan” atau “arsip” yang berisi informasi tentang semua peristiwa, pikiran, dan tindakan yang pernah terjadi di alam semesta. Konsep ini berasal dari kata "Akasha" dalam bahasa Sanskerta, yang berarti “ruang” atau “eter”. Dalam tradisi spiritual, Akashic Records dianggap sebagai sebuah catatan yang berisi semua pengalaman, pikiran, dan tindakan dari semua makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan bahkan planet.

Catatan ini diyakini dapat diakses melalui meditasi, doa, atau praktik spiritual lainnya. Akashic Records juga dihubungkan dengan konsep karma dan reinkarnasi, di mana pengalaman dan tindakan masa lalu dapat mempengaruhi kehidupan saat ini dan masa depan. Perasaan déjà vu juga kerap dikaitkan dengan Rekaman Akashik.

Beberapa pihak berkeyakinan bahwa dengan mengakses Akashic Records, seseorang dapat memperoleh anugerah pengetahuan dan wawasan tentang kehidupan mereka sendiri serta tujuan spiritual mereka, seperti yang dialami Srinivasa Ramanujan dalam menggubah rumusan-rumusan matematika yang spektakuler.

Tidak tertutup kemungkinan bahwa kebetulan Anda juga sudah pernah secara spiritual mengalami peristiwa yang disebut sebagai Rekaman Akashik. Sayang setriliun sayang, saya belum pernah.


Anoman Versus Sun Wukong

Sebelumnya

Burung Kakaktua dan Ikan Kakaktua

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana