Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
KATA Paskah memiliki akar etimologi pada tradisi Ibrani, yang kemudian diserap ke dalam berbagai bahasa kuno hingga menjadi istilah yang kita gunakan saat ini. Secara ringkas, kata ini berarti “melewati” atau “melampaui”.
Istilah aslinya adalah פֶּסַח (Pesakh) yang berarti “melewati”. Kata ini merujuk pada peristiwa di kitab Keluaran, ketika Tuhan “melewati” rumah-rumah bangsa Israel di Mesir sehingga anak sulung mereka selamat dari tulah kematian.
Dari bahasa Ibrani, kata ini diserap ke dalam bahasa Yunani menjadi Πάσχα (Pascha) dan kemudian ke bahasa Latin sebagai Pascha. Dari sinilah sebagian besar bahasa di dunia (seperti Pâques dalam Prancis, Pascua dalam Spanyol, dan Paskah dalam Indonesia) mengambil istilah mereka.
Paskah Yahudi (Perjanjian Lama): Merayakan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.
Paskah Nasrani (Perjanjian Baru): Merujuk pada kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, yang dimaknai sebagai kemenangan atas dosa dan maut. Dalam konteks ini, Yesus dianggap sebagai “Anak Domba Paskah” yang pengorbanannya demi menyelamatkan umat manusia dari penghukuman kekal.
Tradisi mencari telur Paskah memiliki akar yang kompleks, tapi secara umum, telur adalah simbol kehidupan baru dan kebangkitan. Dalam tradisi Nasrani, telur melambangkan kebangkitan Yesus dari kematian, seperti halnya anak ayam yang keluar dari cangkang telur.
Tradisi mencari telur Paskah sendiri diyakini berasal dari Eropa pada Abad Pertengahan, di mana telur dianggap sebagai makanan yang dilarang selama masa puasa sebelum Paskah (Lent). Pada hari Paskah, telur-telur yang disimpan selama puasa kemudian dibagikan sebagai hadiah dan dimakan sebagai perayaan.
Tradisi ini kemudian berkembang menjadi mencari telur Paskah yang disembunyikan, yang dipercaya berasal dari Jerman pada abad ke-16. Sekarang, tradisi ini telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi bagian penting dari perayaan Paskah.
Beberapa tradisi Paskah antara lain:
1. Menyiram air: Di beberapa negara Eropa, seperti Polandia dan Ukraina, ada tradisi menyiram air pada hari Paskah sebagai simbol pembersihan dan kesuburan.
2. Membuat roti Paskah: Roti Paskah adalah roti tradisional yang dibuat dengan simbol-simbol Kristen, seperti salib atau lambang ikan.
3. Menghias rumah: Banyak orang menghias rumah mereka dengan bunga, lilin, daun cemara, dan dekorasi lainnya untuk merayakan Paskah.
4. Mengadakan perjamuan: Banyak keluarga mengadakan perjamuan Paskah dengan hidangan tradisional, seperti ham, telur, dan roti.
5. Mengirim kartu Paskah: Mengirim kartu Paskah kepada keluarga dan teman adalah tradisi yang populer untuk mengucapkan selamat Paskah.
Di Indonesia, tradisi Paskah memiliki ciri khas yang unik, terutama di komunitas Katolik dan Protestan:
1. Gereja Katolik mengadakan Misa Paskah: Misa Paskah diadakan pada malam Paskah, biasanya dimulai dengan ritual penyalaan lilin dan prosesi memasuki gereja.
2. Tradisi “Easter Egg Hunt”: Beberapa gereja dan komunitas mengadakan acara mencari telur Paskah, biasanya untuk anak-anak.
3. Makanan tradisional: Di beberapa daerah, makanan tradisional seperti tumpeng, nasi kuning, ayam goreng, dan kue-kue khas Indonesia disajikan sebagai hidangan Paskah.
4. Kebaktian Paskah: Gereja-gereja Protestan mengadakan kebaktian Paskah dengan khotbah dan nyanyian yang merayakan kebangkitan Yesus.
Di Indonesia, Paskah dirayakan dengan cara yang sederhana, seperti mengadakan acara keluarga, berbagi makanan, dan melakukan kegiatan kemanusiaan antara lain berkunjung memberikan sumbangsih ke panti perawatan orang lansia dan jompo serta panti asuhan anak-anak yatim piatu.




KOMENTAR ANDA