Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
PIALA Dunia 2026 resmi pecah rekor: 48 tim, 104 laga, 3 negara tuan rumah — AS, Kanada, Meksiko. Pestanya terbesar sepanjang se ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DALAM ikhtiar memelajari ilmu sejarah , saya membaca buku mahakarya E.H Carr “What is History?” dan saripati dari 1 ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
MANUSIA bisa debat agama, politik, dan cara masak rendang. Tapi ujung-ujungnya kita sepakat kumpul tiap tahun buat kasih skor ke waja ...
By: Jaya Suprana
THERE are two Latin words often echoed in the corridors of ancient monasteries: Ora et Labora — Pray and Work. But there is another pair just as profound: Ora et Expecta ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DI dalam makalah oseanologis ini, yang tampil bukan Mimi, pemeran utama mahaopera mahakarya Puccini “ La Boheme” namun Mi ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SAMA halnya dengan kriminologi bukan ilmu berbuat kriminal namun ilmu yang menelaah kriminal, maka alasanologi bukan ilmu membuat ala ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran
USIA Gunung Padang masih diperdebatkan oleh para arkeolog maupun pemerhati arkeologi. Namun secara prinsip para arkeolog sudah sepakat bahwa Gunu ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
MAHASOSIOLOG Peter L. Berger mengajar kita cara "tahu" lewat lelucon pahit dan luka nyata. Manusia itu epistemologinya anal ...
By
Popular posts
1
Prof. Emir: Kebakaran Gambut Tidak Bisa Dihadapi dengan Cara Konvensional