Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, secara tegas membantah keterlibatan anggotanya dalam insiden dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang warga di kawasan Jakarta Pusat usai aksi demonstrasi pada 27 Agustus lalu.
Bantahan ini disampaikan menyusul beredarnya kabar di media sosial yang mengaitkan kelompoknya dengan peristiwa tragis tersebut.
Hercules menyatakan bahwa tudingan yang dialamatkan kepada organisasi kemasyarakatan yang dipimpinnya merupakan informasi yang tidak berdasar. Ia meminta masyarakat serta warganet untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu simpang siur sebelum ada hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.
Menurut Hercules, seluruh jajaran pengurus dan anggota GRIB Jaya selalu diinstruksikan untuk mematuhi hukum serta menjaga ketertiban umum. Ia menegaskan tidak akan menoleransi tindakan anarkis yang merugikan masyarakat, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang.
Terkait dinamika informasi yang berkembang cepat, Hercules mengaku telah menjalin komunikasi langsung dengan penceramah Habib Bahar bin Smith guna meluruskan duduk perkara. Komunikasi tersebut dilakukan untuk mencegah adanya kesalahpahaman antarkelompok masyarakat yang berpotensi memicu gesekan di lapangan.
Dalam pembicaraan itu, Hercules menyampaikan klarifikasi secara terbuka bahwa institusi ormasnya tidak pernah menginstruksikan ataupun terlibat dalam aksi kekerasan terhadap korban. Keduanya sepakat untuk mengedepankan tabayun serta menjaga situasi Jakarta tetap kondusif.
Habib Bahar sendiri, menurut penuturan Hercules, merespons klarifikasi tersebut dengan mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum yang berwenang.
Peristiwa meninggalnya seorang warga di Jakarta Pusat pasca-aksi unjuk rasa 27 Agustus sebelumnya sempat menuai keprihatinan luas publik. Berbagai spekulasi mengenai motif dan pelaku penganiayaan sempat memicu ketegangan di ruang digital.
Pihak kepolisian saat ini terus melakukan pendalaman, memeriksa sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengidentifikasi pelaku sebenarnya secara transparan dan akuntabel.
Hercules pun menegaskan dukungannya terhadap upaya penegakan hukum oleh jajaran kepolisian agar kasus tersebut dapat diusut tuntas hingga tuntas tanpa menimbulkan fitnah di tengah masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Hercules meminta seluruh anggota GRIB Jaya di berbagai tingkatan untuk tetap tenang, menahan diri dari segala bentuk provokasi, dan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.



KOMENTAR ANDA